Bersama mu
Published by Lia RosS on 28 June, 2005 at 9:43 AM.
Knapa diam ?
"takut pecahkan keheningan yang sengaja kau ciptakan, mungkin untuk mengukur mizan rasa dan rasio"
Gimana kalo kita ketemu ?
"rendezvous adalah untuk pecahkan malam dalam gelas, padahal sudah tak kumiliki gelas lagi. yang tersisa hanyalah malam dalam senyap diantara kita, keriuhan dalam mataku dan keramaian terjagamu"
Mengapa tidak punya harapan ?
"mimpi saja sudah tak mendatangiku lagi, apalagi khayal. kau masih bermimpi kan ? ucak mata dan katakan pada semesta. maujud ! matahari akan berlari bawa cahaya untukmu dan bulan akan mendekapmu dalam teduhnya. dan ... aku akan menutup mata dan tersenyum dalam nikmatnya alunan jawamu"
*******
Jalaludin rumi
"jangan larut dalam kesedihan, apapun yang hilang akan ALLOH ganti dalam bentuk lain"
*******
kehampaan memuncak, menenggelamkan inginku
mengacaukannya menjadi buih tak berupa
keringku. panasku. adalah himpitan sepi
hujani biru langir menjadi muara tak berasa
kehilangan mu
*******
gak ada yang salah
yang ada hanyalah kebodohanku berharap banyak
ketololanku tidak melihat dengan mata
keidiotanku ditipu rasa
kau tlah rampas sampai tak bersisa
*******
slalu saja,
air eloki kepedihan, bergelombang-gelombang sekat kerongkongan
bahkan duri darahi sepekat malam
bawaluh ruh ku pada NYA
tak sanggup lagi jantung berdetak
lunglai raga tak kuasa
nyeri bersorak ramai pekakkan nadi
jauh mu mati ku
******
kembalilah aku kepelukan jawa
semua tlah tertinggal bersama tawa dan airmatamu
yang tersisa hanyalah belulang terbungkus kulit
******
"takut pecahkan keheningan yang sengaja kau ciptakan, mungkin untuk mengukur mizan rasa dan rasio"
Gimana kalo kita ketemu ?
"rendezvous adalah untuk pecahkan malam dalam gelas, padahal sudah tak kumiliki gelas lagi. yang tersisa hanyalah malam dalam senyap diantara kita, keriuhan dalam mataku dan keramaian terjagamu"
Mengapa tidak punya harapan ?
"mimpi saja sudah tak mendatangiku lagi, apalagi khayal. kau masih bermimpi kan ? ucak mata dan katakan pada semesta. maujud ! matahari akan berlari bawa cahaya untukmu dan bulan akan mendekapmu dalam teduhnya. dan ... aku akan menutup mata dan tersenyum dalam nikmatnya alunan jawamu"
*******
Jalaludin rumi
"jangan larut dalam kesedihan, apapun yang hilang akan ALLOH ganti dalam bentuk lain"
*******
kehampaan memuncak, menenggelamkan inginku
mengacaukannya menjadi buih tak berupa
keringku. panasku. adalah himpitan sepi
hujani biru langir menjadi muara tak berasa
kehilangan mu
*******
gak ada yang salah
yang ada hanyalah kebodohanku berharap banyak
ketololanku tidak melihat dengan mata
keidiotanku ditipu rasa
kau tlah rampas sampai tak bersisa
*******
slalu saja,
air eloki kepedihan, bergelombang-gelombang sekat kerongkongan
bahkan duri darahi sepekat malam
bawaluh ruh ku pada NYA
tak sanggup lagi jantung berdetak
lunglai raga tak kuasa
nyeri bersorak ramai pekakkan nadi
jauh mu mati ku
******
kembalilah aku kepelukan jawa
semua tlah tertinggal bersama tawa dan airmatamu
yang tersisa hanyalah belulang terbungkus kulit
******
Perjalanan
Published by Lia RosS on 13 June, 2005 at 12:36 PM.
seringkali, menyenangkan hidup bervariasi, menikmati naiknya turunnya gejolak dan berada di fuzzy logic.Terkadang lelah juga rasanya jalani hidup yang teramat rumit, berada dititik ekstrim positif ke titik ekstrim negatif tanpa bisa dikendalikan, terkadang ingin sekali hidup normal berada ditengah-tengah.
Beberapa teman mengatakan "kamu unik", dan itu kelebihan. Sementara menurut saya,segala hal pasti mengandung kelebihan dan kekurangan.
Entahlah, sampai detik ini belum saya temukan unik yang mana yang bisa dieksplore hingga bisa jadikan hidup lebih baik.
Tentang TUHAN
Teramat senang berbicara dan berdiskusi tentang TUHAN, melalui hati bercengkrama dengan NYA. Menangis tersedu-sedu melafadzkan asma NYA. Menyadari betul bahwa DIA tidak hanya ’ada’ tapi ’meliputi’ diri.
Ironisnya, saya berani pergi kelantai tertinggi dimasjid kampung kami, berhadapan langsung dengan langit dan marah-marah pada TUHAN. Saya punya puisi yang menunjukkan kecntaan pada TUHAN juga punya puisi yang memprotes kehambaan pada NYA
Tentang diri
Waduh, cinta saya teramat besar pada diri sendiri. Sangat egois kali. Sangat memprotect diri jangan sampai disakiti orang lain, bahkan mungkin saya termasuk sekelompok narsis. Tapi saya suka mumukul-mukul diri, mencacinya, menyesali lahir dibumi, kalo lihat semut dan bunga suka iri kenapa tidak ciptakan sebagai mereka.
Tentang ibu dan bapak
Sewaktu SMA, ibu sengaja memangggil orang yang berpengaruh dikeluarga untuk membujuk agar mau mengembara. Karena gak bisa pisah dari ibu dan bapak sejak kecil. Bahkan bapak pernah menyampaikan kalau tidak akan selamanya kami hidup bersama karena ada kematian yang pasti memisahkan.
Tidak menyesal gak punya pacar karena malem minggu lebih senang nonton TV ramai-ramai dirumah, palagi disediain nasi goreng buatan bapak. Kalau pergi dari rumah pasti nagisnya gak berhenti satu jam sehingga orang sering mengira saya anak bungsu yang manja. Sekarang setelah dipaksa mengembara, hanya setahun sekali mudik padahal jarak kota yang ditempati sekarang tidak jauh dengan kampung halaman.
Tentang lelaki
Kata orang saya feminis, selalu ingin memperjuangkan nasib perEMPUan, mendoktrin mereka untuk menjadi subjek bagi dirinya sendiri. Dan sangat anti poligami, karena itu berarti penghianatan bagi kesetiaan perEMPUan.
Tapi apa lacur, cinta pertama bahkan cinta mati saya, jatuh pada lelaki yang jelas-jelas saya tahu betul dia punya anak dan istri. Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali terjebak dekat dengan suami orang. Kayaknya lelaki yang suka juga mereka yang sudah tidak lajang lagi. Pernah ya, suatu kali dijodohin ustadz dengan lelaki cakep, kaya, pinter, pokoke lelaki dambaan cewek-cewek, karena merasa gak pe de semua berlalu begitu saja, saya fikir dia pasti gak akan suka ma saya, dan dia pun tudak berusaha mengejar. Sutralah...... Setelah dia menikah dengan perEMPUan lain, barulah dia ngejar saya habis-habisan. Huh enak saja !
Pernah juga saya ngetest, ketika berhadapan dengan dua lelaki, satu lajang, satu sudah menikah, saya sentil sedikit saja tentang diri. Yang lajang mengabaikan, yang tidak lajang lagi menanggapi dengan antusias bahkan ngejar dengan pertanyaan-pertanyan personal.
Tentang menuju satu
Sangat saya fahami, ”ALLOH ciptakan manusia dari diri yang satu, kemudian dimasukkan pada dua raga yang terpisah” ini menunjukkan sempurnanya agama manusia adalah dengan menyatukan diri pada diri lain yang berbeda. Satu-satunya cara menuju TUHAN adalah dengan ’menjadi satu’.
Bodohnya, saya selalu tidak berani menyerahkan diri untuk itu.
Tentang berteman
Saya sering berbicara didepan orang banyak, orang akan terkesan saya ramah dan enak diajak ngobrol. Padahal saya tidak suka didekati secara personal dan sangat pilih-pilih teman.
Ah maafkan saja, beberapa teman suka menyebut si judes karena mereka tidak tahu betapa asiknya menyelami diri dan kehidupan. Seorang teman memberi saran ”genggam eratlah keunikanmu itu, hanya dengan itu kau akan jadi yang terbaik”.
13 Juni 2005
”Setelah hilang kesadaran dalam dua minggu”
Beberapa teman mengatakan "kamu unik", dan itu kelebihan. Sementara menurut saya,segala hal pasti mengandung kelebihan dan kekurangan.
Entahlah, sampai detik ini belum saya temukan unik yang mana yang bisa dieksplore hingga bisa jadikan hidup lebih baik.
Tentang TUHAN
Teramat senang berbicara dan berdiskusi tentang TUHAN, melalui hati bercengkrama dengan NYA. Menangis tersedu-sedu melafadzkan asma NYA. Menyadari betul bahwa DIA tidak hanya ’ada’ tapi ’meliputi’ diri.
Ironisnya, saya berani pergi kelantai tertinggi dimasjid kampung kami, berhadapan langsung dengan langit dan marah-marah pada TUHAN. Saya punya puisi yang menunjukkan kecntaan pada TUHAN juga punya puisi yang memprotes kehambaan pada NYA
Tentang diri
Waduh, cinta saya teramat besar pada diri sendiri. Sangat egois kali. Sangat memprotect diri jangan sampai disakiti orang lain, bahkan mungkin saya termasuk sekelompok narsis. Tapi saya suka mumukul-mukul diri, mencacinya, menyesali lahir dibumi, kalo lihat semut dan bunga suka iri kenapa tidak ciptakan sebagai mereka.
Tentang ibu dan bapak
Sewaktu SMA, ibu sengaja memangggil orang yang berpengaruh dikeluarga untuk membujuk agar mau mengembara. Karena gak bisa pisah dari ibu dan bapak sejak kecil. Bahkan bapak pernah menyampaikan kalau tidak akan selamanya kami hidup bersama karena ada kematian yang pasti memisahkan.
Tidak menyesal gak punya pacar karena malem minggu lebih senang nonton TV ramai-ramai dirumah, palagi disediain nasi goreng buatan bapak. Kalau pergi dari rumah pasti nagisnya gak berhenti satu jam sehingga orang sering mengira saya anak bungsu yang manja. Sekarang setelah dipaksa mengembara, hanya setahun sekali mudik padahal jarak kota yang ditempati sekarang tidak jauh dengan kampung halaman.
Tentang lelaki
Kata orang saya feminis, selalu ingin memperjuangkan nasib perEMPUan, mendoktrin mereka untuk menjadi subjek bagi dirinya sendiri. Dan sangat anti poligami, karena itu berarti penghianatan bagi kesetiaan perEMPUan.
Tapi apa lacur, cinta pertama bahkan cinta mati saya, jatuh pada lelaki yang jelas-jelas saya tahu betul dia punya anak dan istri. Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali terjebak dekat dengan suami orang. Kayaknya lelaki yang suka juga mereka yang sudah tidak lajang lagi. Pernah ya, suatu kali dijodohin ustadz dengan lelaki cakep, kaya, pinter, pokoke lelaki dambaan cewek-cewek, karena merasa gak pe de semua berlalu begitu saja, saya fikir dia pasti gak akan suka ma saya, dan dia pun tudak berusaha mengejar. Sutralah...... Setelah dia menikah dengan perEMPUan lain, barulah dia ngejar saya habis-habisan. Huh enak saja !
Pernah juga saya ngetest, ketika berhadapan dengan dua lelaki, satu lajang, satu sudah menikah, saya sentil sedikit saja tentang diri. Yang lajang mengabaikan, yang tidak lajang lagi menanggapi dengan antusias bahkan ngejar dengan pertanyaan-pertanyan personal.
Tentang menuju satu
Sangat saya fahami, ”ALLOH ciptakan manusia dari diri yang satu, kemudian dimasukkan pada dua raga yang terpisah” ini menunjukkan sempurnanya agama manusia adalah dengan menyatukan diri pada diri lain yang berbeda. Satu-satunya cara menuju TUHAN adalah dengan ’menjadi satu’.
Bodohnya, saya selalu tidak berani menyerahkan diri untuk itu.
Tentang berteman
Saya sering berbicara didepan orang banyak, orang akan terkesan saya ramah dan enak diajak ngobrol. Padahal saya tidak suka didekati secara personal dan sangat pilih-pilih teman.
Ah maafkan saja, beberapa teman suka menyebut si judes karena mereka tidak tahu betapa asiknya menyelami diri dan kehidupan. Seorang teman memberi saran ”genggam eratlah keunikanmu itu, hanya dengan itu kau akan jadi yang terbaik”.
13 Juni 2005
”Setelah hilang kesadaran dalam dua minggu”
Pengadilan agama ?! (sereeem.....)
Published by Lia RosS on at 12:34 PM.
Ini kali pertama saya injakkan kaki di PA (biasa kami menyebutnya begitu) satu tempat yang lebih dikenal untuk urus mengurusi perceraian. Hmm.. satu kata yang pada awalnya mungkin ditakuti banyak orang, tetapi kemudian sekarang-sekarang ini menjadi bahasa yang sangat lumrah.
O,ya balik lagi ketempat PA itu, sewaktu disana saya terbengong-bengong, disana sini banyak perempuan cantik yang kelihatannya smart dan mapan. Awalnya sih saya fikir mungkin hanya pengantar sama seperti saya, tapi dari pembicaraan antar mereka dan petugas ternyata mereka adalah penggugat.
Lho... kok bisa ?
Begitu banyak kelebihan yang dimiliki tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga. Kalo itung-itungan syariat, kayaknya sih kelebihan itulah yang membuat mereka berani menentukan hidup sendiri tanpa merasa perlu bergantung pada makhluk laki-laki, palagi kalo yang digantunginya gak bener (lho kok jadi tendensius begini...)
Kalo hitungan hakekat...?
Kayaknya juga nih, TUHAN kan Maha Adil, DIA punya mizan yang paling sempurna. Ketika dititipi kelebihan pasti ditakdirkan kekurangan.
Jadi pilih yang mana ?
Fisically cantik langsing, cerdas, mapan tapi dititipi suami bukan seperti dambaan atau buruk rupa, idiot, fakir (hii... ngeri) dan punya suami pangeran penyayang ?
tapi ... ada gitu???
O,ya balik lagi ketempat PA itu, sewaktu disana saya terbengong-bengong, disana sini banyak perempuan cantik yang kelihatannya smart dan mapan. Awalnya sih saya fikir mungkin hanya pengantar sama seperti saya, tapi dari pembicaraan antar mereka dan petugas ternyata mereka adalah penggugat.
Lho... kok bisa ?
Begitu banyak kelebihan yang dimiliki tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga. Kalo itung-itungan syariat, kayaknya sih kelebihan itulah yang membuat mereka berani menentukan hidup sendiri tanpa merasa perlu bergantung pada makhluk laki-laki, palagi kalo yang digantunginya gak bener (lho kok jadi tendensius begini...)
Kalo hitungan hakekat...?
Kayaknya juga nih, TUHAN kan Maha Adil, DIA punya mizan yang paling sempurna. Ketika dititipi kelebihan pasti ditakdirkan kekurangan.
Jadi pilih yang mana ?
Fisically cantik langsing, cerdas, mapan tapi dititipi suami bukan seperti dambaan atau buruk rupa, idiot, fakir (hii... ngeri) dan punya suami pangeran penyayang ?
tapi ... ada gitu???
Cewek banget !
Published by Lia RosS on 10 June, 2005 at 3:08 PM.
Setiap habis mandi selalu biarkan berlama-lama naked didepan cermin. Yaah, ini...ini....ini.... masih harus dikecilin. Sementara ini....ini harus dibesarin.Pasti mengukur lekukan dipunggung dah seperti peragawati belon. Dan tak terhitung betapa seringnya menimbang berat badan dan mengukur lingkaran dibeberapa bagian tubuh.
Tak pernah lalaikan cermin disisi tempat tidur untuk mengecek berapa banyak kerutan yang bertambah disekitar mata dan mulut. Dimana lagi yaa flek hitamnya.
Jadilah saya cewek yang tidak absen aerobik dan fitnes. Setiap minggu kesalon dan akupuntur, rajin maskeran, ke dokter kulit, pake make up dengan merk bagus dan terkenal. Setiap pagi minum teh pelangsing, hanya makan nasi disiang hari, ditambah segelas jus wortel dimalam hari.
Agak lama....., gejolak rasa sesakkan dada, takut kalau yang dilakukan berlebihan, takut masuk golongan orang tidak bersyukur, bertabrakan dengan sisi cewek yang ingin cantik dan menarik.
Disadarkan NYA. Astaghfirlloh......
Selama ini, keluhan saja yang diucapkan.
Padahal .....
Meski gak secantik Tamara Blezenky yang berwajah indo dengan hidung bangir, mata belo, bibir tipis, alis bagaikan semut berbaris, rambut ikal bergelombang ditambah tinggi semampai.
Juga gak kaya JLO, miliki tubuh yang paling banyak diminati untuk dijiplak oleh banyak perempuan. Dan kata-kata woow ….. selalu diucapkan banyak lelaki dengan mata gak berkedip dan air liur meleleh….leh…leh
Tapi …..
Didepan sebuah mini market, bertemu temen yang lama ndak ketemu. Dilihatinnya dari ujung kerudung sampai ujung sandal. ”Apa kabar teh, aduh masih tetep langsing, ibu juga dulu seperti itu”. masih penasaran tuh si ibu, dia kemudian memeluk pingggang (untuk mempertegas kayaknya).
”neng kulitnya halus”
”neng lehernya jenjang.”
Juga berbagai kata bagus lainnya yang selama ini diabaikan
Alhamdulillah, bukan pujian itu yang membahagiakan. Tapi kesadaran untuk mensyukuri apa saja yang ALLOH titipkan jauh lebih penting. Konon, ada kata-kata bijak ”TUHAN menciptakan manusia menjadi makhluk yang paling sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan NYA, ada yang ALLOH takdirkan sekaligus sempurna namun tak jarang kita diberi kesempatan untuk menyempurnakannya”
So, sekarang masih membiarkan perut kelaparan dimalam hari karena hanya makan sepotong kue atau segelas jus. Nawaetu nya gak semata-mata biar semampai tapi karena lapar mamaksa cepat tidur yang ujungnya cepat bangun hingga bisa curhat ma Sang Khalik. Bahkan kesalon, aerobik, dan berbagai aktifitas perbaikan fisik lainnya juga masih. Tapi sekarang dengan muka cerah dan senyum mengembang karena berangkat dari rasa syukur bukan kekecewaan.
Tak pernah lalaikan cermin disisi tempat tidur untuk mengecek berapa banyak kerutan yang bertambah disekitar mata dan mulut. Dimana lagi yaa flek hitamnya.
Jadilah saya cewek yang tidak absen aerobik dan fitnes. Setiap minggu kesalon dan akupuntur, rajin maskeran, ke dokter kulit, pake make up dengan merk bagus dan terkenal. Setiap pagi minum teh pelangsing, hanya makan nasi disiang hari, ditambah segelas jus wortel dimalam hari.
Agak lama....., gejolak rasa sesakkan dada, takut kalau yang dilakukan berlebihan, takut masuk golongan orang tidak bersyukur, bertabrakan dengan sisi cewek yang ingin cantik dan menarik.
Disadarkan NYA. Astaghfirlloh......
Selama ini, keluhan saja yang diucapkan.
Padahal .....
Meski gak secantik Tamara Blezenky yang berwajah indo dengan hidung bangir, mata belo, bibir tipis, alis bagaikan semut berbaris, rambut ikal bergelombang ditambah tinggi semampai.
Juga gak kaya JLO, miliki tubuh yang paling banyak diminati untuk dijiplak oleh banyak perempuan. Dan kata-kata woow ….. selalu diucapkan banyak lelaki dengan mata gak berkedip dan air liur meleleh….leh…leh
Tapi …..
Didepan sebuah mini market, bertemu temen yang lama ndak ketemu. Dilihatinnya dari ujung kerudung sampai ujung sandal. ”Apa kabar teh, aduh masih tetep langsing, ibu juga dulu seperti itu”. masih penasaran tuh si ibu, dia kemudian memeluk pingggang (untuk mempertegas kayaknya).
”neng kulitnya halus”
”neng lehernya jenjang.”
Juga berbagai kata bagus lainnya yang selama ini diabaikan
Alhamdulillah, bukan pujian itu yang membahagiakan. Tapi kesadaran untuk mensyukuri apa saja yang ALLOH titipkan jauh lebih penting. Konon, ada kata-kata bijak ”TUHAN menciptakan manusia menjadi makhluk yang paling sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan NYA, ada yang ALLOH takdirkan sekaligus sempurna namun tak jarang kita diberi kesempatan untuk menyempurnakannya”
So, sekarang masih membiarkan perut kelaparan dimalam hari karena hanya makan sepotong kue atau segelas jus. Nawaetu nya gak semata-mata biar semampai tapi karena lapar mamaksa cepat tidur yang ujungnya cepat bangun hingga bisa curhat ma Sang Khalik. Bahkan kesalon, aerobik, dan berbagai aktifitas perbaikan fisik lainnya juga masih. Tapi sekarang dengan muka cerah dan senyum mengembang karena berangkat dari rasa syukur bukan kekecewaan.
Pinternya ......anak-anak jaman sekarang
Published by Lia RosS on 08 June, 2005 at 12:29 PM.
Pernah perhatiin iklan susu untuk anak-anak gak ? ada satu iklan yang menggelitik fikiran saya. Disitu ada anak kecil yang sedang bermain ditaman dan berkata ”eh ada binatang yang milip pesawat telbang”
Beda banget ma saya waktu kecil kalo lihat pesawat terbang melintas diatas kampung ramai-ramai teriak ”kapal... kapal... minta duit ... minta duit” sampai sekarang saya gak ngerti kenapa mesti begitu. Kami juga terheran-heran ”hebat ya ada benda bisa terbang mirip burung”
Yaa itu sih mungkin karena saya tinggal dikampung. eh, tapi gak juga ! seorang kakek yang tinggal dijakarta dan sering bepergian keluar negeri bercerita. Cucunya minta digambarkan rumah, dibuatlah sama sang kakek gambar sebuah rumah standar,segi empat diatasnya segitiga menunjukkan genting ditambah pintu dan dua jendela.
Tapi sicucu malah nangis dan berkata ” ini bukan umah”. Bingunglah sang kakek
Suatu hari sang kakek mengantar si cucu kerumahnya, dan berkatalah sicucu ”ini umah kek” sambil menunjuk apartemen tempat tinggalnya. Oooh kakek baru tahu kalau rumah menurut anak sekarang bukan gambar segitiga yang dipadu segi empat lagi.
Beda banget ma saya waktu kecil kalo lihat pesawat terbang melintas diatas kampung ramai-ramai teriak ”kapal... kapal... minta duit ... minta duit” sampai sekarang saya gak ngerti kenapa mesti begitu. Kami juga terheran-heran ”hebat ya ada benda bisa terbang mirip burung”
Yaa itu sih mungkin karena saya tinggal dikampung. eh, tapi gak juga ! seorang kakek yang tinggal dijakarta dan sering bepergian keluar negeri bercerita. Cucunya minta digambarkan rumah, dibuatlah sama sang kakek gambar sebuah rumah standar,segi empat diatasnya segitiga menunjukkan genting ditambah pintu dan dua jendela.
Tapi sicucu malah nangis dan berkata ” ini bukan umah”. Bingunglah sang kakek
Suatu hari sang kakek mengantar si cucu kerumahnya, dan berkatalah sicucu ”ini umah kek” sambil menunjuk apartemen tempat tinggalnya. Oooh kakek baru tahu kalau rumah menurut anak sekarang bukan gambar segitiga yang dipadu segi empat lagi.
