Intuisi "aku" perEMPUan

"aku". ana dan al Haq. makhluk perEMPUan dan Khalik NYA. tentang perEMPUan yang mainkan perannya, TUHAN nya yang mainkan takdir diantara jari-jari NYA dan bagaimana ”mereka” saling berhubungan. mari....mengeksplorenya disini


Hati yang kosong

Sebagai manusia, tak pernah henti dililit keinginan, ketika kecil dan masih sekolah ingin punya ranking yang bagus dan teman yang banyak, menginjak remaja senang kalo bisa main bebas bersama-teman dan punya pacar setia, menuju dewasa ingin hidup lebih baik dengan mandiri. Setelah bisa menentukkan nasib sendiri keinginan semakin bertumpuk, ditambah bombardirnya informasi, tas, baju dan sepatu keren, kendaraan, rumah memenuhi fikir.

Setelah merasa mandiri dan sendiri, sering sepi melilit-lilit hingga membuncah pula keinginan untuk punya 'teman', hmmm… yang mau mengerti, bisa bergandeng tangan menuju cahaya-NYA, bertanggung jawab sesuai tugasnya. Tanpa disadari semua itu mengungkung rasa, fikir bahkan hati. Ooh... padahal hati satu-satunya tempat yang sangat private antara kita dengan TUHAN yang seharusnya tidak diisi oleh selain-NYA karena apabila sudah terisi yang lain, DIA tidak pernah akan setara.

Lalu, ingatlah lafadz yang familiar ”bismi ALLOH Ar Rohman Ar Rohim”, resapkan dalam hati, akan bisa mengusir dunia pengisi hati selama ini. Rayulah TUHAN agar betah bersemayam, biarkan selainnya hanya pelengkap saja, hanya konsekuensi dari peran manusia yang harus hidup didunia dulu sebelum menuju ke keabadiaan.

Ah, satu asma-NYA saja sudah lebih dari cukup memadati, apalagi 99 nama-NYA yang lain, tak akan sanggup hati mewadahinya.

Rabu, 31 Agustus 2005. 03.15

Perempuan versus Laki-laki

Ketika seorang teman yang baru dikenal mengatakan sudah tahu tentang diri saya dengan emosional tentu saya membela diri. Bahwa sesuatu yang eksplisit belum tentu mencerminkan isi hati. O ya ??

Kemudian saya berfikir kok mudah sekali lelaki menjudge sesuatu hanya karena yang eksplisit. Misal, pernah suatu kali kenal seseorang didunia maya, janjian ketemu. Tentu dong mesti menjelaskan fisik agar mudah dikenali, iseng saya jawab ”saya pendek, gemuk, item, jerawatan lagi” ha..ha.. dia ogah-ogahan ketemu. Hingga berbulan-bulan sesudah itu baru ketemu, giliran dia yang terkaget-kaget, lha wong aku dateng bersama dua temen perempuan yang rajin nyalon dan fitnes. Pernah juga ketika seseorang ingin tahu profil, saya minta lihat saja blogku,”u are not pious women” menurutnya, padahal secentil-centilnya aku perempuan, beruntung tinggal dilingkungan yang kental religinya, hingga selalu jaga syariat dan dingatkan hakikat.

Ooooh, laki-laki memang kurang faham sesuatu yang implisit dan lebih menguasai yang eksplisit, sering kan kita denger laki-laki mengatakan ”masa sih, saya fikir kamu gak mikir gitu”

Orang tua jaman dulu sering berkata ”ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi ujungnya balik kedapur juga”. So pasti, saya berontak dengan statement seperti itu. Namun kenyataan didepan mata, sepintar-pintarnya, setinggi-tingginya jabatan, sebanyak-banyaknya harta perempuan. TETAP !! dibawah kekuasaan lelaki. Karena katanya laki-laki diciptakan berikut sofware dominasi. Tapi jangan salah perempuan juga punya sofware arogan yaitu superiority, yang sangat senang disebut ”kamu paling cantik, kamu baik, hatiku hanya bisa diisi senyum manismu saja ”

”aneh ya laki-laki tuh, sering gak ngerti perasaan perempuan. Dasar gak punya perasaan !” kata yang perempuan. Kata yang laki-laki ? ”perempuan suka aneh-aneh deh, segala sesuatu dimasukkin kehati, padahal nyantai aja lagi”. Ya itulah, perempuan emosional sementara laki-laki rasional. jadi, kalo ada laki-laki yang rutin bertanya "apa kabar neng ? ", memanggil "neng geulis", atau gombal-gombal yang lainnya, bagi perempuan anggap lewat aja, jangan dimasukin ke hati meski awalnya harus berjuang sekuat tenaga. semangat !! engkau bisa, wahai kaum pere !!

Meski perempuan terkenal sibanyak mulut, kalo dua perempuan saja sudah cukup untuk bikin pasar kata orang, tetapi, TETAP! sangat banyak yang dia simpan dikedalaman hatinya. Menggunung rahasia yang selalu dijaga ketat, terutama hal-hal yang berkaitan dengan rasa. Berbeda dengan laki-laki yang agak jarang berbicara, namun sekali bicara, dalem dan langsung pada pokoknya. Artinya, perempuan introvert dan laki-laki ekstrovert.

Dan yang ini nih, perbedaan yang bikin sebel perempuan. Laki-laki jago berfikir paralel, bisa menyukai lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan hingga membuat laki-laki cepet bosen, sementara perempuan bisanya berfikir serial dan tahan bosan pula.

Duh .. pasti masih sangat banyak perbedaan-perbedaan lainnya, trus kita - perempuan dan laki-laki – mo gontok-gontokkan karena perbedaan itu, padahal didunia yang masih normal hanya diisi dua makhluk ini. Baiknya sih, masing-masing memperluas hati agar mengerti perbedaan dan mensinergikannya.

Orang aneh ---> orang unik

Saya yakin, saya ataupun anda pasti pernah terheran-heran dan berfikir lain ketika melihat sikap atau sifat orang lain. Aneh, mungkin kata itu yang sering kita keluarkan.

Tanpa ba bi bu… langsung gubrak, seseorang yang baru beberapa menit kenal mengatakan “indah ya bisa menyelami dua dunia”. Haaa…. Ngobrol banyak aja belum palagi ketemu kemudian dengan cepat menyimpulkan “kamu bukan orang yang tepat !!”

Kasak-kusuklah bertanya keteman, o..o..w ternyata dia emang ‘orang pinter’, terbukti pada temen ramalan dia menjadi kenyataan. Dia juga aneh, tambah temenku.

Hmmm… aneh ?! saya ingat seorang teman pernah post article in my blog mengenai diriku “ Ia berhasil lolos dari pandangan acuh orang-orang sekitarnya yang menganggap aneh keberadaannya. Ia berhasil memainkan peran ketegaran seorang perempuan dihadapan sinisme-sinisme sekelilingnya terhadap ungkapan-ungkapan bermakna multi yang dikeluarkannya”. What’s ? Apa saya juga termasuk kelompok orang aneh ?
begitupun dengan FGD-focus group discussion- (he..he..padahal genk rumpi kaum pere dikantor), sesekali kita diskusiin si A yang ketika berbicara selalu formal dan puitis, si B yang jutek, si C yang sok akrab ma siapa saja, si D yang bicaranya terlalu cepat hingga sulit dimengerti, atau si E yang rajin pergi ke penangkal jin dan beberapa teman yang lain yang miliki trend mark sendiri-sendiri.

So, kalo begitu semua orang aneh dong trus kenapa mesti dianggap aneh ya.

Seorang guru dengan bijak mengatakan “ruh kamu diciptakan pada komposisi angka yang unik”. Yup. "unik" kata paling tepat ! semua orang pasti unik, tidak pernah ada yang sama meski dilahirkan dari orang tua yang sama bahkan kembar sekalipun. Bukankah itu menunjukkan betapa Maha Kreatifnya TUHAN.

Hanya, sempatkah kita eksplore diri ? menjadi dan mencintai diri apa pun adanya ?. kalo sudah, anda akan menjadi magnet yang menarik dunia dan seisinya untuk melayani karena anda sudah 'bersatu' dengan Sang Penguasa semesta.

Dari Seorang Teman

Lee-temanku

Aku baru memahami betapa seorang temanku yang kuanggap terlalu berlebihan dalam mengungkapkan rasa sehingga justru mematikan keberlangsungan rasa tersebut, ternyata menyimpan - atau setidaknya memberiku – energi yang besar. Sulitnya memahami saat-saat kemarin barangkali karena kurangnya penghayatanku terhadap posisinya. Dan saaat itu, aku terpesona. Sebuah keingintahuan yang tak kuungkap dengan mencari tahu ‘ada apa’ dengannya, tapi kunikmati dengan penghayatan bentuk lain : mencuri gerakan emosinya.

Aku melihatnya tenggelam dalam kenikmatan luka hatinya. Gemulai langkahnya menghayati tercabiknya hati dari detik ke detik. Ia tak berusaha menghindar tembok besar yang menghempasnya berulang kali. Ia kembali meliuk-liuk, menangis dan tertawa. Satu-satunya kejujuran hati yang diungkapkannya hanya lewat satu dua baris kalimat, malu-malu. Sepertinya ia tak ingin orang mengenali keruh isi hatinya. Tapi jelas ia bukan seorang pengecut. Ia hanya mencoba menterjemahkan kecengengan seorang wanita dengan gambar tangguh yang dimataku tak tersembunyikan kegamangannya. Ia berhasil lolos dari pandangan acuh orang-orang sekitarnya yang menganggap aneh keberadaannya. Ia berhasil memainkan peran ketegaran seorang perempuan dihadapan sinisme-sinisme sekelilingnya terhadap ungkapan-ungkapan bermakna multi yang dikeluarkannya. Tapi ia tak cukup berhasil menggelabui seorang atau dua atau tiga atau empat ..... yang memandanginya dengan pesona – sebuah keterpesonaan akan gradasi yang berkelindan dalam luka hatinya. Toh ia tak berputus asa dari rahmat ALLOH ...., itu yang sanggup kuhusnuzhani.

Delapan maret, 22.18
Tjoon

”hmmm....saya hanya seorang pere konvensional yang banyak merasakan dan menghikmati hidup kemudian melihat dan membaca pere modern / liberal. Hingga terjadi perang dalam dalam diri. Bodoh, saya terperangkap menikmatinya tanpa bisa berbuat apa-apa”.

MERDEKA !

Liar ! Bebas ! Aneh !. kata-kata itu yang muncul ketika keinginan merdeka menyeruak.

Hmm .... merdeka ?
Bebas membelanjakan penghasilan dengan beli baju, sepatu, dan make up. Hampir setiap seminggu dua kali makan diluar. Fitnes, dilanjutkan jalan sampai tengah malam, bergerombol dengan kaum berondong. Ha..ha..hi..hi.. sampai dimarahin ibu kost.

Gombal pula ! menyanjung lelaki yang coba mendekati ?

Membiarkan fikiran mengelana tak berpagar ?

Ritual cukup yang wajib, shalat malam hanya dua rakaat saja, shaum sunnat hanya dua kali dalam sebulan, dzikir hanya dzikir fatimah, tiga sampai enam bulan baru khatam Qur’an ?

Yakin kalo hanya dengan usaha impian bisa menjadi nyata ?

Inikah merdeka... ?
Tersenyum manis ketika dilirik mata yang nyinyir
Berlapang dada ketika disebut bukan akhwat sholehah
Ceria ketika tertolak
Tetap bekerja profesional meski 'merasa' diupah tidak proporsional
Mengangkat diri diantara dua kubu yang berseteru
Menerima apa saja yang TUHAN sajikan didepan mata

Merdeka adalah hati, rasa, dan fikir tidak terikat oleh dunia
Merdeka adalah tetap menjaga syariat, mengelola emosi, meningkatkan ritual kemudian merangkumnya dalam keyakinan akan Sang Maha.

Semoga ....!!

Ingin Merdeka !!

Dongeng dalam bahasa daerah adalah makanan rutin bagi orang yang tinggal di desa termasuk saya. Beramai-ramai dipekarangan rumah berkumpul mendengarkan dongeng di radio atau bapak sengaja membeli majalah dan komik kiloan untuk dibaca bersama tetangga.

“Perempuan itu pendek langkah, duduknya yang manis dong kamu kan perempuan, masa anak perempuan main terus harusnya dirumah aja bantuin ibu, kalo anak perempuan harus sopan dan santun, … adalah santapan telinga hampir setiap saat baik yang diucapkan ibu, bapak, paman, bibi, bahkan dongeng di radio dan komik yang sering dibaca.

Aku kecil, diusia 5 tahun yang belum sekolah pernah berfikir betapa enaknya menjadi laki-laki, tidak ada kata-kata seharusnya atau sebaiknya melingkupi hari. Sambil berjinjit menyibakkan tirai ngintip dari jendela, iri melihat anak laki-laki diusia yang sama boleh main sampai malam.

Berjalannya waktu. Dibesarkan oleh pujian dan penghargaan membuat sangat ingin menjadi anak baik yang tidak mengecewakan orang tua. Berkembang menjadi perempuan sempurna, selalu memakai rok, berambut panjang, bisa masak dan senang buat kue, belajar jahit baju, pergi mengaji di mushola, membaca surat Yaasiin setiap malam bersama ibu bapak.
Gak pernah nongkrong rame bareng temen, berwisata ke Pangandaran pake truk, punya pacar. Padahal seringkali menyelinap keinginan untuk itu.

Hingga selepas SMA melanjutkan hidup ke kota besar, sendiri, berhak memilih, ada kesempatan berbuat seperti yang tersembunyi selama ini. Ugh MERDEKA. Tapi apa ? gak sampe sebulan tertarik pada satu komunitas yang kaum perempuan terjaga ketat. Aku yang baru belajar pake jins kekampus, melihat sekelompok perempuan dengan jubah dan kerudung lebar bermain volley ball, sangat tiba-tiba, air mata mengalir, betapa amannya perempuan itu diantara hiruk pikuk kota besar yang terkadang menyesatkan.

Beradalah dalam komunitas itu, dengan segala hal yang teramat indah, menyenangkan, dan mengharukan. Perempuan-perempuan yang menahan ego dalam kebersamaan, menyerahkan cinta pada Sang Maha saat gejolak muda menyergap, menyerahkan waktu dan tenaga untuk sesama, mengisi sepinya malam dengan segukan harap ampunan,

Kata orang pinter, yang tetap itu adalah perubahan. Terjadi pula pada kami, tak luput pula aku. Aaaagh .............

Trik menghadapi lelaki

Ayasya temanku menyodorkan sebuah majalah wanita,
”baru nih, ” katanya
” O, ya ” kataku kaget
” biasa aja lagi, kamu kan emang gitu, kalo udah cinta ma yang satu, susah berpaling”
”emang .....??”
”bagus tuh, cocok untuk pere yang sibuk, tulisannya ringkas”

Saya buka halaman per halaman. Ya sih, simpel, terlalu simpel malah, kurang dalem. Sampailah dirubrik yang berisi trik-trik menghadapi kekurangan cowok seperti cowok yang egois, jorok, matre, sok cakep dan lain-lain. Hampir 60 persen solusi yang ditawarkan adalah tinggalin aja cowok kaya gitu dan segeralah cari yang baru !!!. he...he... baru saya nemuin majalah yang entah karena simpel atau karena idealisme mengajak kaum pere untuk tidak selalu mengekor dan berani ambil keputusan hingga menyempaikan hal tersebut.

Agak rutin juga saya mengkonsumsi majalah perempuan no satu dinegeri ini, bertahun-tahun malah berlangganan bahkan rajin mengunjungi webnya hingga tanpa disadari pola fikir pun telah terdoktrin sempurna. Minggu ini pun asik membacanya, sampai juga dirubrik trik-trik menghadapi cowok (ni kayaknya disukai banyak pere soale selalu nongol hampir disetiap majalah perempuan). Beda banget ! solusi yang ditawarkan adalah perempuan diminta berusaha mengalah kemudian merubah sifat dan sikap hingga cowok akan tetap lengket. Huh ! enak aja. Yang namanya sebuah hubungan pasti diisi tidak oleh satu orang, perlunya masing-masing saling tarik dan ulur. Kadang pere yang mengulur saat cowok menarik, sebaliknya cowok juga mesti mengulur ketika pere menarik. Ya kan ?!

Ngegank

Kenalkan, temen-temenku

Gue kamal, Garut asli, tinggi 172 berat 60, atletis kan, kata orang-orang gue cakep dan sering direkomendasikan ikutan model, rajin fitnes terutama kalo ada cewek yang nemenin.
”Huh dasar! dari garut aja ngomongnya gue, menurut aku, kamal emang cakep, bikin pe de kalo jalan bareng dia, tapi dia suka agak minder padahal gak ada satupun yang membuat dia harus begitu. Semangat ! Dari dia, saya mengerti dunia laki-laki. Dari dia juga tahu kalo cowok sering bohong dan gombal meski dengan dalih gak pengen nyakitin perasaan cewek.

Temenku yang selanjutnya. Inka
Lucu banget pertama kenal dia, dari gosip yang beredar dikantor, bakalan ada anak baru yang jadi PR lulusan luar, penasaran nih , pengen tau kayak gimana. ketika ketemu, haaah, aku, kamal dan beberapa temen yang laen bengong. Masa sih lulusan luar, kok performnya sederhana sekali, sangat sesuai dengan aturan, bahkan temen yang lain bilangnya lasut. tega ?!

Akhir-akhir ni saya malah mengagumi dia karena kerendahhatiannya, mobilnya selalu diparkir jauh-jauh dari kantor, bajunya selalu sederhana padahal saya juga tahu dari photo bajunya keren-keren. ibadahnya juga bagus, rajin shaum senin kamis. semangat belajar Islamnya tinggi, ni anak sangat menjaga perasaan orang, kalo lagi rame-rame nginep, dia yang paling rajin beres-beres, dari rapihin tempat tidur, nyapu sampai nyuci piring.

Dia juga sangat cewek timur, pergaulan ma kaum cowok juga gitu, sangat konvensional.

Akhir-akhir ni aku agak menjauh ma temen yang ini, Mercy. Cantik, mapan, lagi kuliah S2, yang entah karena kesetiaan atau kebodohan bertahan sampai belasan tahun dalam rumah tangga yang serba gak jelas. Beruntung akhirnya dia bisa mengambil keputusan.
Teteh yang ni, lempeng banget, sering gak ngerti perasaan orang, hingga beberapa temen sempat tersinggung. Orang mengenal dia suka borondong karena suka dikelilingi cowok-cowok ABG

Saya tetep menghormati temen yang satu ini, Irwan. meski dia memilih menjalani kehidupan yang berbeda dengan kami bahkan bertentangan dengan ajaran dalam agama yang kami anut, berdosa kata orang alim. Anaknya baik sekali, gak pernah jelek-jelekin temen sendiri, fair, semangat kerjanya tinggi, ulet, kalo dikasih kepercayaan pasti kerjain dengan baik. Hingga karirnya pun melejit dengan cepat

Satu lagi anak kecil, sibungsu, noel namanya, dia paling sering curhatin cowok karena punya dua cowok, satunya cakep, agak slengean, nyantai, belum kerja. Satu lagi sekolah di Singapura, fisically enamlah (jelek malah kata noel), idealis, pinter banget, tapi gak gaul, musik aja gak ngerti, kerjanya cuma baca buku. direkomendasikan untuk tetap maintenance dua-duanya.

Asiknya bareng mereka, meski berbeda perusahaan, kami selalu gotong royong saling bantu kalo salah satu sedang padat pekerjaan, gak itung-itungan meski dikerjain sampe tengah malam. bahkan kita bisa mensinergikan perusahaan.

Main bareng-bareng juga menjadi perekat persahabatan kami. Nongkrong di mall, belanja atau sekedar window shoping atau perhatiin kucing-kucing yang sedang tren di kota kami. Kadang iseng godaain bencis-bencis yang memiliki tobi (sorry... toket biadab, karena dari udel keatas mereka gak pake apa-apa), sering juga cuma jalan muterin kota dan makan dipinggir jalan. Kalo ada yang ulang tahun atau ada yang dapet proyek makanlah kami di cafe.

Gak cuma maen aja kok, kita tetep janjian untuk jaga keseimbangan. Suka juga kami ngafe, jalan ke mall ujungnya datengin guru spiritual minta dinasehatin.

Kebersamaan itu ternyata melenakan. Saya yang pertama meminta maaf untuk mengundurkan diri, memilih menghikmati sepi dirumah.
Disusul Irwan, yang dikucilkan sama yang laen karena akhirnya mereka tidak bisa menerima kalo Irwan belum bisa berubah lebih baik.
Terjadi bentrokan antara Inka yang sensitif dengan mercy yang cuek, awalnya terselubung hingga menjadi perang terbuka. Akhirnya inka memilih melanjutkan hidup dinegeri orang. Sementara Mercy telah menemukan temen baru yang memiliki latar belakang yang sama.

Yaaah ....
Saya masih tetap merindukan semua dan yakin yang laen pun sama.

Haaa …. ? !

Gak boleh pacaran kalo masih sekolah. Itu adalah hukum yang diterapkan bapak dirumah, yang mau gak mau harus diikuti. Ada baiknya juga sih, membuat saya lebih fokus pada prestasi. Tapi ada juga minusnya yaitu saya tidak mengerti laki-laki, bagaimana kehidupannya, apa maunya, apa persepsi mereka akan kaum pere, ujungnya saya gak ngerti bagaimana berinteraksi yang baik dengan mereka

Pernah juga sih, sembunyi-sembunyi punya cowok, tapi stress juga back street. Karena saya tinggal di kampung kecil yang orangnya tidak begitu banyak ditambah sosialisasinya cukup bagus membuat jarum jatuh di tepung aja kedengaran. Ujungnya gak sampe dua minggu dah bubaran

Nah...nah... suatu waktu, dengan sangat terpaksa terjadilah cinta berat. Yang biasa berpenampilan cuek mulai rapih, lebih bersemangat hidup. Pernah nakal juga berani pergi berdua. Suer ! tidak terjadi apa-apa. Dari hampir setahun kebersamaan hanya sekali kepikiran aneh-aneh. Sumpah !!!

Eh.... eh... kemarin. Kenal cowok, ketemu sekali, smsan, email, hari kedua habis sudah. Aku yang sangat arogan ma cowok, gak pernah mau ngakuin suka palagi cinta jadi cewek yang merengek-rengek minta ditelfon. Selalu menulis imu sm atau never stop fr missing u diakhir sms. Sampe jam satu malem masih telfon dan sms dilanjutkan jam 03.00 meski judulnya ngajak kontempelasi disaat yang tepat. Dan yang lebih parah dan aneh, kok ....?? (hu...hu... malu sekali) padahal gak kepikiran jelek. Sumpeh lho!!!

Akhirnya, tasbih menjadi pilihan untuk dijadikan teman setiap helaan nafas, membasahi bibir dengan istighfar dan shalawat. Tak lebih dari 24 jam semua sudah under controll. Huh... leganya.




© 2006 Intuisi "aku" perEMPUan | Lia RosS