Bujangan yang ribet
Published by Lia RosS on 17 July, 2005 at 4:57 PM.
Karena dalam masa pencarian boleh dong memiliki banyak kenalan. Yaah….ada yang diniati untuk serius ada pula yang lihat dulu deh. Dari berbagai pengalaman yang telah dilalui (cie..) muncullah sebuah kesimpulan cowok yang belum nikah tuh ribet ya.
Nah lho, kenapa bisa ?
Mungkin karena cowok yang sudah berstatus suami punya pengalaman bagaimana memperlakukan cewek, sehingga ngerti apa maunya kaum pere. Mari kita bandingkan,
Cowok yang dah menikah, sangat ngemong dan memanjakan, gak pernah ngambek dan bikin kesel, kalo ceweknya ngambek dibujuk dengan lembut, gak banyak omong bilang kangen atau cinta, tapi dateng langsung nunjukkin sayangnya,
Ni kalo yang bujangan, ribet, reseh, nuntut yang aneh-aneh, suka ngambek, kadang minta diemong cewek, vulgar kalo ngomongin rasa, juga ngomongnya aja gak ada bukti, pokoknya basi dan garing.
So, mo pilih yang mana ?
Ini nih yang bikin pusing, gak mungkin kan kalo milih suami orang, bisa mati berdiri bokap n nyokap juga bisa disumpah serapahi ibu-ibu seantero jagat bumi Indonesia.
Kalo milih yang bujangan? Duh! males banget ma ribetnya.
Bener kali apa kata orang bijak, laki-laki memang dimatangkan oleh perEMPUan.
Nah lho, kenapa bisa ?
Mungkin karena cowok yang sudah berstatus suami punya pengalaman bagaimana memperlakukan cewek, sehingga ngerti apa maunya kaum pere. Mari kita bandingkan,
Cowok yang dah menikah, sangat ngemong dan memanjakan, gak pernah ngambek dan bikin kesel, kalo ceweknya ngambek dibujuk dengan lembut, gak banyak omong bilang kangen atau cinta, tapi dateng langsung nunjukkin sayangnya,
Ni kalo yang bujangan, ribet, reseh, nuntut yang aneh-aneh, suka ngambek, kadang minta diemong cewek, vulgar kalo ngomongin rasa, juga ngomongnya aja gak ada bukti, pokoknya basi dan garing.
So, mo pilih yang mana ?
Ini nih yang bikin pusing, gak mungkin kan kalo milih suami orang, bisa mati berdiri bokap n nyokap juga bisa disumpah serapahi ibu-ibu seantero jagat bumi Indonesia.
Kalo milih yang bujangan? Duh! males banget ma ribetnya.
Bener kali apa kata orang bijak, laki-laki memang dimatangkan oleh perEMPUan.
Deadline
Published by Lia RosS on at 4:45 PM.
“aku dah kena deadline nih” begitu kata yang sering kudengar dari temen-temen seusia kalo ditanya tentang pernikahan sehingga berbagai pintu dimasuki dan berbagai jalan ditempuh, tak jarang memaksakan menikah bukan dengan pilihan hati.
“sudahlah, terima saja dia, mungkin sudah jodohmu” berkali-kali pula kudengar dari sekeliling yang ‘memaksa’ menyegerakan nikah. Hmmm… jodoh tuh apa sih, apakah dia yang datang ketika deadline dan yang dinikahi ataukah dia yang berada dikedalaman hati yang menguasai rasa meski belum dimiliki ?
Seringkali, sekelilinglah yang repot. Ibu, bapak, kakak, adik tak lelah membujuk untuk menerima pilihan mereka, paman dan tante pun ikut berpartisipasi, bahkan teman-teman dekat sibuk pula memperkenalkan teman kerja atau kliennya.
Waduh repot sekali, karena sering waktunya berbarengan hingga dalam masa yang sama membalas sms atau email untuk lebih dari satu orang dengan tema yang tidak jauh beda. he..he...
“sudahlah, terima saja dia, mungkin sudah jodohmu” berkali-kali pula kudengar dari sekeliling yang ‘memaksa’ menyegerakan nikah. Hmmm… jodoh tuh apa sih, apakah dia yang datang ketika deadline dan yang dinikahi ataukah dia yang berada dikedalaman hati yang menguasai rasa meski belum dimiliki ?
Seringkali, sekelilinglah yang repot. Ibu, bapak, kakak, adik tak lelah membujuk untuk menerima pilihan mereka, paman dan tante pun ikut berpartisipasi, bahkan teman-teman dekat sibuk pula memperkenalkan teman kerja atau kliennya.
Waduh repot sekali, karena sering waktunya berbarengan hingga dalam masa yang sama membalas sms atau email untuk lebih dari satu orang dengan tema yang tidak jauh beda. he..he...
Belanja
Published by Lia RosS on 16 July, 2005 at 7:04 AM.
Belanja adalah salah satu hal yang melekat erat dengan perEMPUan selain kecantikan. Apapun itu, baik karena perEMPuan bertugas menyiapkan kebutuhan sehari-hari, sekedar mengikuti tren atau hobby saja bahkan juga sebagai pembunuh stress
Saya pun termasuk didalamnya, meski masih di level 1, tetep menghebohkan. Untuk beli satu sepatu saja, satu kota mesti dijelajahi dari toko sampai mall, dari pinggiran sampai tengah kota.
Sering pula kalo lagi pengen atau butuh sesuatu, ngotot harus beli saat itu juga. Sesudahnya menyesal setengah mati, kemahalan, kurang bagus, pokoke serba menyebalkan.
Satu hari mencoba menahan diri, tidak langsung action bila ada stimulus, meski dengan perjuangan sangat keras. Berlama-lama biarkan tidak belanja, hingga seringkali secara kebetulan bisa dapetin barang bagus dengan harga miring.
Sampai pada satu kesimpulan, jangan ngotot ! karena sudah ada yang mengatur. Akan ada waktu dan tempat terbaik juga yang tertepat untuk segala hal.
Saya pun termasuk didalamnya, meski masih di level 1, tetep menghebohkan. Untuk beli satu sepatu saja, satu kota mesti dijelajahi dari toko sampai mall, dari pinggiran sampai tengah kota.
Sering pula kalo lagi pengen atau butuh sesuatu, ngotot harus beli saat itu juga. Sesudahnya menyesal setengah mati, kemahalan, kurang bagus, pokoke serba menyebalkan.
Satu hari mencoba menahan diri, tidak langsung action bila ada stimulus, meski dengan perjuangan sangat keras. Berlama-lama biarkan tidak belanja, hingga seringkali secara kebetulan bisa dapetin barang bagus dengan harga miring.
Sampai pada satu kesimpulan, jangan ngotot ! karena sudah ada yang mengatur. Akan ada waktu dan tempat terbaik juga yang tertepat untuk segala hal.
Kerudung panjang vs kerudung pendek
Published by Lia RosS on 13 July, 2005 at 12:04 PM.
Dalam setiap komunitas pasti memiliki budaya/aturan main tertentu, baik yang terbentuk karena keinginan kesadaran bersama atau pemahaman satu/sekelompok orang yang harus diikuti oleh semua civitas komunitas yang bersangkutan.
Budaya tersebut ada yang tertuang secara formal seperti dalam peraturan perusahaan ada pula yang tidak, seperti gaya berbusana. Ketika satu orang perempuan dianggap pantas memakai krudung lilit maka berbondong-bondonglah perempuan lain mengikuti, agak kurang peduli dengan kenyamanan, proporsi tubuh dan berbagai hal lainnya.
Pro dan kontra tentu adalah hal yang lumrah terjadi. Ada yang terang-terangan menyampaikannya pada pemberi kebijakan tapi tak sedikit pula yang kasak-kusuk dibelakang. Ada yang menyampaikan pendapat dengan bijak ada pula yang emosional. Ada pula yang manut-manut didepan dan dibelakang mencemooh, tapi tentu ada juga yang dengan lapang dada menerima. Pun yang terjadi di komunitas kami
Bermula dari jauhnya jeda antara Rosululloh pembawa Islam dengan kita umatnya, baik jeda waktu yang ratusan lampau juga perbedaan situasi dan kondisi. menjadikan berbagai penafsiran yang berbeda diantara ulama apalagi diantara kita makmumnya ulama. Tentu ada sisi positif yang bisa diambil hikmah seperti beragamnya khasanah Islam ditambah sisi negatif perbedaan yang membuat percekcokkan.
O, ya balik ke judul diatas, dalam sebuah institusi Islam tentu memiliki budaya yang harus sesuai dengan syariat Islam. Salah satunya adalah cara berbusana terutama untuk kaum pere. Sebagian golongan beranggapan berjilbab adalah berkerudung untuk menutup rambut/kepala dan berbaju menutup tubuh. Finish ! soal bagaimana bentuk dan warna bukan masalah. Sehingga terkenallah golongan tersebut sebagai akhwat modis. Sekelompok yang lain berprinsip berjilbab adalah menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tidak membentuk lekuk tubuh, tidak mencolok, tidak transparan, tidak menyerupai pakaian orang kafir, tidak menyerupai pakaian laki-laki, sehingga disebutlah kelompok tersebut akhwat kolot.
Akhwat modis beranggapan akhwat kolot tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan, ribet, gagayabagan, jiga nini-nini, ditakuti klien. Sementara itu akhwat kolot menganggap akhwat modis beretika tidak sesuai dengan syar’i, tidak mencerminkan institusi Islam.
Perang mulut pasti tidak akan terjadi, lha wong sebagian kaum pere tidak suka debat terbuka, cukup berkomunikasi dari hati-ke hati saja alias bergosip. Sehingga mereka memilih bergaul hanya dengan kelompoknya saja.
Trus, kita mau biarkan semua ini terjadi begitu saja, gap-gapan, ngomongin dibelakang yang jadi ghibah? adakah sebaiknya kita biarkan saja setiap orang punya persepsi masing-masing dengan memperluas tingkat toleransi sehingga semua bisa berbaur tanpa melihat baju yang dipakai?
Bukankah kita bisa berjalan bersama meski tidak bergandeng tangan.
Budaya tersebut ada yang tertuang secara formal seperti dalam peraturan perusahaan ada pula yang tidak, seperti gaya berbusana. Ketika satu orang perempuan dianggap pantas memakai krudung lilit maka berbondong-bondonglah perempuan lain mengikuti, agak kurang peduli dengan kenyamanan, proporsi tubuh dan berbagai hal lainnya.
Pro dan kontra tentu adalah hal yang lumrah terjadi. Ada yang terang-terangan menyampaikannya pada pemberi kebijakan tapi tak sedikit pula yang kasak-kusuk dibelakang. Ada yang menyampaikan pendapat dengan bijak ada pula yang emosional. Ada pula yang manut-manut didepan dan dibelakang mencemooh, tapi tentu ada juga yang dengan lapang dada menerima. Pun yang terjadi di komunitas kami
Bermula dari jauhnya jeda antara Rosululloh pembawa Islam dengan kita umatnya, baik jeda waktu yang ratusan lampau juga perbedaan situasi dan kondisi. menjadikan berbagai penafsiran yang berbeda diantara ulama apalagi diantara kita makmumnya ulama. Tentu ada sisi positif yang bisa diambil hikmah seperti beragamnya khasanah Islam ditambah sisi negatif perbedaan yang membuat percekcokkan.
O, ya balik ke judul diatas, dalam sebuah institusi Islam tentu memiliki budaya yang harus sesuai dengan syariat Islam. Salah satunya adalah cara berbusana terutama untuk kaum pere. Sebagian golongan beranggapan berjilbab adalah berkerudung untuk menutup rambut/kepala dan berbaju menutup tubuh. Finish ! soal bagaimana bentuk dan warna bukan masalah. Sehingga terkenallah golongan tersebut sebagai akhwat modis. Sekelompok yang lain berprinsip berjilbab adalah menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tidak membentuk lekuk tubuh, tidak mencolok, tidak transparan, tidak menyerupai pakaian orang kafir, tidak menyerupai pakaian laki-laki, sehingga disebutlah kelompok tersebut akhwat kolot.
Akhwat modis beranggapan akhwat kolot tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan, ribet, gagayabagan, jiga nini-nini, ditakuti klien. Sementara itu akhwat kolot menganggap akhwat modis beretika tidak sesuai dengan syar’i, tidak mencerminkan institusi Islam.
Perang mulut pasti tidak akan terjadi, lha wong sebagian kaum pere tidak suka debat terbuka, cukup berkomunikasi dari hati-ke hati saja alias bergosip. Sehingga mereka memilih bergaul hanya dengan kelompoknya saja.
Trus, kita mau biarkan semua ini terjadi begitu saja, gap-gapan, ngomongin dibelakang yang jadi ghibah? adakah sebaiknya kita biarkan saja setiap orang punya persepsi masing-masing dengan memperluas tingkat toleransi sehingga semua bisa berbaur tanpa melihat baju yang dipakai?
Bukankah kita bisa berjalan bersama meski tidak bergandeng tangan.
Knapa harus menikah ???
Published by Lia RosS on 12 July, 2005 at 4:22 PM.
Secara fisik
Untuk kaun pere, pada saat sel telur diproduksi, saat itulah dia menuntut untuk dibuahi. Bila tidak dibuahi yang terjadi adalah peluruhan dinding rahim sehingga terjadi pendarahan atau yang sering kita sebut haid. Sebagian menjalani seperti hari-hari seperti biasanya, sebagian yang lain merasakan kesakitan, bahkan ada yang tidak bisa beraktifitas sama sekali.
Sementara untuk para lekong, menurut Doktorandus (meminjam istilahnya om Harry Rusli, alm) Kamal temen saya, tempat bertanya tentang lelaki dan kehidupannya. Mereka memproduksi sperma setiap saat dan kalo tabungnya dah penuh ya mesti dikeluarin.
Secara psikis
Manusia adalah homo sapiens, yang kata orang pinter dari barat sono dia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Dalam segala hal, untuk makan saja kita berinteraksi dengan tidak kurang dari puluhan orang. Coba saja kita hitung, dimulai dari petani yang menanam padi, menuai, pedagang grosir dan retailer yang menjual, orang yang ngangkut dan lain sebagainya. Terutama manusia memerlukan orang yang spesial, yang bisa menyatukan hati dan fikiran. Katanya sih dengan menikah akan membuat manusia matang secara psikis karena hidupnya dah seimbang.
Secara spiritual
ALLOH ciptakan manusia dari diri yang satu kemudian ALLOH masukan pada dua raga yang terpisah. So, kalo manusia ingin kembali pada Sang Asal dia harus kembali utuh menjadi diri yang satu kembali. Sehingga Rasul mensabdakan bahwa menikah adalah setengah dari tiang agama.
Secara intelektual
Yap. Intelektual inilah yang menemukan jawaban knapa knapa tersebut diatas dan intelektuallah yang menyambungkan benang merahnya bahkan yang mensinergikan semua potensi perEMPUan dan lelaki.
Knapa tidak menikah ???
Bersamaan dengan proses yang lama dan nyerempet-nyerempet bahaya saya menemukan jawabannya, juga agak faham knapa Rabiah memutuskan tidak menikah (mungkin lho).
Ketika para penghuni surga sedang menikmati keindahan surga. Tiba - tiba ada suara yang mengatakan AKULAH TUHANMU sehingga berbondong-bondong penghuni surga meninggalkan kenikmatan surga munuju TUHAN yang amat dirindukan dan amat dicintai.
(dulu tidak faham akan ayat tersebut, pada saat berusia 25 tahun saat terperosok cinta yang pertama kalilah baru ngeh)
ternyata CINTA punya kekuatan yang teramat sangat DAHSYAT. CINTA memenuhi, melampui. Meng-atasi-I semuanya. SEMUANYA.
Hingga CINTA pada TUHAN lebih tinggi derajatnya bila dibandingkan dengan surga. Padahal disurga itulah semua kebutuhan manusia terpenuhi.
Saat seorang sendiri berarti dia setengah.
Tapi ketika dia sudah punya CINTA.
Dia utuh dengan kesetengahannya.
Artinya dia memang setengah tapi setengah yang utuh.
Ketika utuh berarti dia sempurna meski setengah yang sempurna
Ketika sudah sempurna berarti dia bulat.
Hingga ketika sudah bulat pada hakekatnya dia SATU.
Bingung kan ....? makanya, mikir man !
Gak pengen mikir ? yang gampang nikah sajalah
Untuk kaun pere, pada saat sel telur diproduksi, saat itulah dia menuntut untuk dibuahi. Bila tidak dibuahi yang terjadi adalah peluruhan dinding rahim sehingga terjadi pendarahan atau yang sering kita sebut haid. Sebagian menjalani seperti hari-hari seperti biasanya, sebagian yang lain merasakan kesakitan, bahkan ada yang tidak bisa beraktifitas sama sekali.
Sementara untuk para lekong, menurut Doktorandus (meminjam istilahnya om Harry Rusli, alm) Kamal temen saya, tempat bertanya tentang lelaki dan kehidupannya. Mereka memproduksi sperma setiap saat dan kalo tabungnya dah penuh ya mesti dikeluarin.
Secara psikis
Manusia adalah homo sapiens, yang kata orang pinter dari barat sono dia membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Dalam segala hal, untuk makan saja kita berinteraksi dengan tidak kurang dari puluhan orang. Coba saja kita hitung, dimulai dari petani yang menanam padi, menuai, pedagang grosir dan retailer yang menjual, orang yang ngangkut dan lain sebagainya. Terutama manusia memerlukan orang yang spesial, yang bisa menyatukan hati dan fikiran. Katanya sih dengan menikah akan membuat manusia matang secara psikis karena hidupnya dah seimbang.
Secara spiritual
ALLOH ciptakan manusia dari diri yang satu kemudian ALLOH masukan pada dua raga yang terpisah. So, kalo manusia ingin kembali pada Sang Asal dia harus kembali utuh menjadi diri yang satu kembali. Sehingga Rasul mensabdakan bahwa menikah adalah setengah dari tiang agama.
Secara intelektual
Yap. Intelektual inilah yang menemukan jawaban knapa knapa tersebut diatas dan intelektuallah yang menyambungkan benang merahnya bahkan yang mensinergikan semua potensi perEMPUan dan lelaki.
Knapa tidak menikah ???
Bersamaan dengan proses yang lama dan nyerempet-nyerempet bahaya saya menemukan jawabannya, juga agak faham knapa Rabiah memutuskan tidak menikah (mungkin lho).
Ketika para penghuni surga sedang menikmati keindahan surga. Tiba - tiba ada suara yang mengatakan AKULAH TUHANMU sehingga berbondong-bondong penghuni surga meninggalkan kenikmatan surga munuju TUHAN yang amat dirindukan dan amat dicintai.
(dulu tidak faham akan ayat tersebut, pada saat berusia 25 tahun saat terperosok cinta yang pertama kalilah baru ngeh)
ternyata CINTA punya kekuatan yang teramat sangat DAHSYAT. CINTA memenuhi, melampui. Meng-atasi-I semuanya. SEMUANYA.
Hingga CINTA pada TUHAN lebih tinggi derajatnya bila dibandingkan dengan surga. Padahal disurga itulah semua kebutuhan manusia terpenuhi.
Saat seorang sendiri berarti dia setengah.
Tapi ketika dia sudah punya CINTA.
Dia utuh dengan kesetengahannya.
Artinya dia memang setengah tapi setengah yang utuh.
Ketika utuh berarti dia sempurna meski setengah yang sempurna
Ketika sudah sempurna berarti dia bulat.
Hingga ketika sudah bulat pada hakekatnya dia SATU.
Bingung kan ....? makanya, mikir man !
Gak pengen mikir ? yang gampang nikah sajalah
hmm....cerita cinta
Published by Lia RosS on at 7:04 AM.
bermalam angin mengisiku
menerbangkan mimpi menghembuskan gulana
membawaku dalam sahara resah
bawalah bahumu padaku
kupinjam untuk sandarkan kepala
kueratkan tanganmu alirkan segala rasa
teresktasilah diri dalam leburmu
bukankah dalammu adalah aku
yang meluapkan dan desakkan hangat
membunuh hampa dalam warna
mari mengembara dalam belantara cinta
3 Juli 05
ni puisi aneh pertamaku, ampuni Tuhan
*******
Seseorang datang Sabar dan pahlawan
Tawarkan rumah cinta
Namun, “saya mau sekolah yang tinggi untuk kemudian bersamamu”
Beradalah aku dijalan yang tak dapat kulihat tepinya
Datanglah kau Menarik kakiku “mari berpijak di bumi”
Mengucak mata “ jangan mimpi,neng”
Tawarkan realitas
Beradalah aku di persimpangan
Seseorang melintasi
Terhenyak
Dia mendahuluiku
Mrasa dipermainkan, kau putuskan untuk menutup jalanmu
Terima kasih telah pernah memBANGUNkan
7 November 2003
*******
Siapakah yang mewadahiku
Mengalirkan
Mengembangkan
Sepenuh cinta
Adakah kuburan bagiku
Menenggelamkan
Menghapuskan
Sisi gelapku
Kau kah itu
Buncahkan asa
Wangikan kuncup
Bersama mu kah
Bergandeng tangan
Satukan cahaya
Sept 03
Untuk ‘seorang’ raja
Saat bertambah ‘teman’
*******
"Sepenggal dialog dalam atmosfir rindu"
satu hari aku bertanya "sedang apa?"
"sedang mikirin kamu"
dicerahnya pagi seseorang bertanya, "boleh gak kerumah?"
"mo apa?" "mau ngelamar"
dug, hanya berani bengong dan melotot
"ngelamarin"
dipanasnya siang, "selamat ulang tahun, aku inget aja, mau hadiah apa?"
ditemaram hari menjelang malam
"sudah dari sononya kita deket, kamu hanya punya satu kakak laki-laki dan saya hanya punya satu kakak perempuan. ada yang kosong dari diri saya yang bisa diisi kamu, juga ada yang kosong dari diri kamu yang hanya bisa diisi saya"
lewat rangkaian kabel yang teramat panjang dan rumit,
"jujur aja, rasa sayang itu ada"
saat itu dunia penuh bunga, aku tersanjung. namun keraguan tetap menyelinap
disuatu malam yang penuh kebimbangan, tak henti air mata mengalir
diesoknya, "semalam knapa?"
"kok tahu tentangku?"
"ya tahu aja"
disepinya diri
"boleh ngontak yaa, jadi sedih kamu gak mau ketemu"
dibagian perjalanan, "kamu mau berada disisiku bersamanya?"
aku jawab dengan gelengan. ah,aku masih takut.
"secara ekonomi aku siap, aku yakin ma TUHAN, tapi... sekelilingku"
aku harus ambil pilihan
"sampai disini saja"
"knapa?"
"jangan sampai ada yang tersakiti"
"kita belum coba, siapa tahu ada takdir lain"
didinginnya lembang. "kamu tahu siapa orang yang tepat untukmu?"
kembali hanya gelengan
dia menunjuk dadanya "aku"
TUHAN
saaat itulah, berani menitipkan hati, menepis keraguan, ketakutan, ketakpercayaan.
Kebodohanku
Sept 00
*******
MAMPUKAH ...?
tetap kubertahan
bergelantungan dalam angin
dengan lambaian pedihku
yang menyembul dari riak kehampaan
AKU TAHU .....
tak sengaja kau permainkan warna cakrawala
membongkar dada
menyeduhnya
menjadi kesunyian
IZINKAN
tetap kukenang sejuta fatamorgana
yang pernah kau tawarkan
sejuta asa yang telah kukorbankan
INGIN......
tetap kuberlari
memburu bayang-bayang
mencari sunyi
menyisi sepi
meniti syair-syair panjang kehidupan
Sept 00
*******
menerbangkan mimpi menghembuskan gulana
membawaku dalam sahara resah
bawalah bahumu padaku
kupinjam untuk sandarkan kepala
kueratkan tanganmu alirkan segala rasa
teresktasilah diri dalam leburmu
bukankah dalammu adalah aku
yang meluapkan dan desakkan hangat
membunuh hampa dalam warna
mari mengembara dalam belantara cinta
3 Juli 05
ni puisi aneh pertamaku, ampuni Tuhan
*******
Seseorang datang Sabar dan pahlawan
Tawarkan rumah cinta
Namun, “saya mau sekolah yang tinggi untuk kemudian bersamamu”
Beradalah aku dijalan yang tak dapat kulihat tepinya
Datanglah kau Menarik kakiku “mari berpijak di bumi”
Mengucak mata “ jangan mimpi,neng”
Tawarkan realitas
Beradalah aku di persimpangan
Seseorang melintasi
Terhenyak
Dia mendahuluiku
Mrasa dipermainkan, kau putuskan untuk menutup jalanmu
Terima kasih telah pernah memBANGUNkan
7 November 2003
*******
Siapakah yang mewadahiku
Mengalirkan
Mengembangkan
Sepenuh cinta
Adakah kuburan bagiku
Menenggelamkan
Menghapuskan
Sisi gelapku
Kau kah itu
Buncahkan asa
Wangikan kuncup
Bersama mu kah
Bergandeng tangan
Satukan cahaya
Sept 03
Untuk ‘seorang’ raja
Saat bertambah ‘teman’
*******
"Sepenggal dialog dalam atmosfir rindu"
satu hari aku bertanya "sedang apa?"
"sedang mikirin kamu"
dicerahnya pagi seseorang bertanya, "boleh gak kerumah?"
"mo apa?" "mau ngelamar"
dug, hanya berani bengong dan melotot
"ngelamarin"
dipanasnya siang, "selamat ulang tahun, aku inget aja, mau hadiah apa?"
ditemaram hari menjelang malam
"sudah dari sononya kita deket, kamu hanya punya satu kakak laki-laki dan saya hanya punya satu kakak perempuan. ada yang kosong dari diri saya yang bisa diisi kamu, juga ada yang kosong dari diri kamu yang hanya bisa diisi saya"
lewat rangkaian kabel yang teramat panjang dan rumit,
"jujur aja, rasa sayang itu ada"
saat itu dunia penuh bunga, aku tersanjung. namun keraguan tetap menyelinap
disuatu malam yang penuh kebimbangan, tak henti air mata mengalir
diesoknya, "semalam knapa?"
"kok tahu tentangku?"
"ya tahu aja"
disepinya diri
"boleh ngontak yaa, jadi sedih kamu gak mau ketemu"
dibagian perjalanan, "kamu mau berada disisiku bersamanya?"
aku jawab dengan gelengan. ah,aku masih takut.
"secara ekonomi aku siap, aku yakin ma TUHAN, tapi... sekelilingku"
aku harus ambil pilihan
"sampai disini saja"
"knapa?"
"jangan sampai ada yang tersakiti"
"kita belum coba, siapa tahu ada takdir lain"
didinginnya lembang. "kamu tahu siapa orang yang tepat untukmu?"
kembali hanya gelengan
dia menunjuk dadanya "aku"
TUHAN
saaat itulah, berani menitipkan hati, menepis keraguan, ketakutan, ketakpercayaan.
Kebodohanku
Sept 00
*******
MAMPUKAH ...?
tetap kubertahan
bergelantungan dalam angin
dengan lambaian pedihku
yang menyembul dari riak kehampaan
AKU TAHU .....
tak sengaja kau permainkan warna cakrawala
membongkar dada
menyeduhnya
menjadi kesunyian
IZINKAN
tetap kukenang sejuta fatamorgana
yang pernah kau tawarkan
sejuta asa yang telah kukorbankan
INGIN......
tetap kuberlari
memburu bayang-bayang
mencari sunyi
menyisi sepi
meniti syair-syair panjang kehidupan
Sept 00
*******
Berkelana ke dalam diri
Published by Lia RosS on 11 July, 2005 at 5:20 PM.
saya termasuk orang yang jarang traveling, berbeda dengan temen-temen segank. ada yang pernah lima tahun menetap di negeri kangguru, kemudian sempat berkeliling kebeberapa negara. tentu segudang wawasan didapat.
juga temen yang lain, karena jago cas cis cus ber-inggris sering ditugaskan mendampingi bos keluar negeri, korea yang serba mahal, cina yang serba murah, singapura yang sistem transportasinya tercanggih didunia dan malaysia yang gagah dengan petronasnya.
sesekali, iri menyelinap.
tapi ngomong-ngomong, kok ya saya yang rajin menulis ? padahal sedikit sekali wawasan yang dipunya. o, ya. saya teramat sering jalan-jalan, berkelana ke dalam diri dan ternyata ilmu yang didapat tidak kalah dengan traveling ke luar negeri.
juga temen yang lain, karena jago cas cis cus ber-inggris sering ditugaskan mendampingi bos keluar negeri, korea yang serba mahal, cina yang serba murah, singapura yang sistem transportasinya tercanggih didunia dan malaysia yang gagah dengan petronasnya.
sesekali, iri menyelinap.
tapi ngomong-ngomong, kok ya saya yang rajin menulis ? padahal sedikit sekali wawasan yang dipunya. o, ya. saya teramat sering jalan-jalan, berkelana ke dalam diri dan ternyata ilmu yang didapat tidak kalah dengan traveling ke luar negeri.
Kawat GiGi
Published by Lia RosS on at 5:02 PM.
diawali ketika saya merasa gak PeDe dengan gigi yang kurang rapih, kedokterlah memakai kawat gigi. waduh, sakitnya setengah mati, palagi setiap habis kontrol yang dilakukan seminggu sekali. baru satu bulan saja, putus asa rasanya. minta dokter melepaskannya saja, beruntung punya dokter yang baik hati mensupport "ah baru satu bulan, sebentar lagi selesai kok"
kerja keraslah pilihan terakhir, rajin minum jus wortel seperti saran dokter. dan yang pasti meski selalu berurai airmata menahan sakit pasti rajin kontrol. alhamdulillah, hanya dalam dua setengah bulan kelar semuanya dan trerereng bisa kudapat gigi rapih.
sekarang, setiap lihat yang pake kawat gigi palagi jika divonis mesti pake selama 2-4 tahun. selalu ucap syukur mengalir "alhamdulillah"
tersadar, sesakit apapun yang mesti dijalani akan datang kebahagiaan. seperti hari ini, ketika sepi menusuk-nusuk menyakiti rasa tanpa sangggup kukelola, kuingat! pasti ada rasa lain yang akan menggantikan.
kerja keraslah pilihan terakhir, rajin minum jus wortel seperti saran dokter. dan yang pasti meski selalu berurai airmata menahan sakit pasti rajin kontrol. alhamdulillah, hanya dalam dua setengah bulan kelar semuanya dan trerereng bisa kudapat gigi rapih.
sekarang, setiap lihat yang pake kawat gigi palagi jika divonis mesti pake selama 2-4 tahun. selalu ucap syukur mengalir "alhamdulillah"
tersadar, sesakit apapun yang mesti dijalani akan datang kebahagiaan. seperti hari ini, ketika sepi menusuk-nusuk menyakiti rasa tanpa sangggup kukelola, kuingat! pasti ada rasa lain yang akan menggantikan.
Bapak
Published by Lia RosS on at 3:49 PM.
Sejak kecil saya lebih dekat sama bapak, dianter ke TK pake sepeda kumbang, ketika istirahat dibawain biskuit marrie, dan karena saya pemalu gak berani maen ayun-ayunan dan serodotan jadi maennya kalo yang laen dah pada pulang yang pasti ditungguin bapak. Ditengokin kalo sedang kemping dilapangan sekolah SD, tak jarang rame-rame dengan anak tetangga atau hanya berdua saja lari pagi kemudian sesudahnya beli surabi dipasar tradisional.
Pagi-pagi sekali, saya sangat senang ikut bapak mengantar koran kerumah-rumah juga pake sepeda kumbang ketika bapak menjadi loper koran, pernah kehujanan dijalan hingga harus berteduh dan akhirnya bolos sekolah.
Berdua bersama adik, jalan-jalan sore dibonceng bersepeda sambil menghafal huruf dan angka dengan menunjuk nama-nama toko kemudian menghafalkannya.
”Pada segala yang ALLOH ciptakan pasti mengandung suatu makna tertentu, yang terkadang kita tidak mengerti. Seperti pohon, tidak semata-mata bentuknya begitu, pasti ada maksud yang tersembunyi” kata bapak suatu waktu. Itu membuat saya senang menikmati awan, menghayal berbagai bentuk dan bertanya-tanya ”Tuhan, apa maksud-Mu dibali semua ini. Sekarang tahu, ternyata hal itu bisa membuat anak berfikir cerdas, membuatku tidak terjebak pada hal-hal yang eksplisit dan selalu berusaha mencari hikmah dibalik apapun.
Pernah memprotes kenapa bapak membiarkan adik aktif berorganisasi sementara rankingnya kurang bagus, dengan bijak bapak menjawab ”nak, kamu punya kelebihan dibidang akademis, sementara adikmu di bidang organisasi, orang punya kelebihan masing-masing, gak harus sama”. Selain menjelaskan, bapak mengajarkan toleransi dan menghargai pilihan orang lain. Lebih kerennya sih, bapak mengajarkan berfikir general.
Ketika masih kecil, terkadang, muncul perasaan bersalah karena lebih sayang ke bapak dibanding ke ibu, padahal Rosul mewajibkan lebih mencintai ibu sampai tiga kali lipat.
Diusia smp, ketika sedang berganti pakaian didepan ibu, beliau menyadarkan "nak, kamu sudah jadi perEMPUan". Mulailah, merasa menjadi perEMPUan yang berbeda dengan laki-laki dan ingin sangat perEMPUan dengan berambut panjang dan tidak memakai celanan panjang. (sekarang baru disadari kalo semua itu dilakukan karena pernah tahu bapak tidak suka anak perEMPUan yang berambut pendek dan memakai celana panjang)
Juga merasa berbeda dengan bapak yang laki-laki. pelan-pelan mulai menjauh dan mendekati ibu, menceritakan segala hal hanya pada ibu.
Hari ni, menyelinap rasa merindukan bapak tanpa tahu harus memulai dari mana jalin kebersamaan lagi dengannya.
Pagi-pagi sekali, saya sangat senang ikut bapak mengantar koran kerumah-rumah juga pake sepeda kumbang ketika bapak menjadi loper koran, pernah kehujanan dijalan hingga harus berteduh dan akhirnya bolos sekolah.
Berdua bersama adik, jalan-jalan sore dibonceng bersepeda sambil menghafal huruf dan angka dengan menunjuk nama-nama toko kemudian menghafalkannya.
”Pada segala yang ALLOH ciptakan pasti mengandung suatu makna tertentu, yang terkadang kita tidak mengerti. Seperti pohon, tidak semata-mata bentuknya begitu, pasti ada maksud yang tersembunyi” kata bapak suatu waktu. Itu membuat saya senang menikmati awan, menghayal berbagai bentuk dan bertanya-tanya ”Tuhan, apa maksud-Mu dibali semua ini. Sekarang tahu, ternyata hal itu bisa membuat anak berfikir cerdas, membuatku tidak terjebak pada hal-hal yang eksplisit dan selalu berusaha mencari hikmah dibalik apapun.
Pernah memprotes kenapa bapak membiarkan adik aktif berorganisasi sementara rankingnya kurang bagus, dengan bijak bapak menjawab ”nak, kamu punya kelebihan dibidang akademis, sementara adikmu di bidang organisasi, orang punya kelebihan masing-masing, gak harus sama”. Selain menjelaskan, bapak mengajarkan toleransi dan menghargai pilihan orang lain. Lebih kerennya sih, bapak mengajarkan berfikir general.
Ketika masih kecil, terkadang, muncul perasaan bersalah karena lebih sayang ke bapak dibanding ke ibu, padahal Rosul mewajibkan lebih mencintai ibu sampai tiga kali lipat.
Diusia smp, ketika sedang berganti pakaian didepan ibu, beliau menyadarkan "nak, kamu sudah jadi perEMPUan". Mulailah, merasa menjadi perEMPUan yang berbeda dengan laki-laki dan ingin sangat perEMPUan dengan berambut panjang dan tidak memakai celanan panjang. (sekarang baru disadari kalo semua itu dilakukan karena pernah tahu bapak tidak suka anak perEMPUan yang berambut pendek dan memakai celana panjang)
Juga merasa berbeda dengan bapak yang laki-laki. pelan-pelan mulai menjauh dan mendekati ibu, menceritakan segala hal hanya pada ibu.
Hari ni, menyelinap rasa merindukan bapak tanpa tahu harus memulai dari mana jalin kebersamaan lagi dengannya.
