ke – SUCI – an
Published by Lia RosS on 26 March, 2006 at 8:13 PM.
Sudah 51 tahun mereka menjalani pernikahan, sangat panjang. Dikaruniai 13 anak yang sudah besar semua dan 22 orang cucu yang shaleh-shalihah, cantik-cantik, cakep-cakep dan pinter-pinter. Dipenuhi semua kebutuhan hidupnya oleh anak-anaknya yang hormat dan sayang pada orang tua. Tidak pernah ada kejadian buruk yang besar yang terjadi pada keluarga yang akan menggoncang ketentraman. Semua membuat iri dan kagum orang sekampung.
Suaminya adalah lelaki setia yang tidak pernah selingkuh. Pekerja keras, disamping sebagai pegawai negeri juga rajin berbisnis. Mengajarkan dan menuntun kebaikan pada anak-anaknya. Mencintai dengan tulus semua anak-anaknya. Lelaki shalih yang istiqomah memimpin jamaah di masjid. Berjiwa sosial tinggi hingga terpilih jadi ketua kampung selama belasan tahun.
Istrinya tentu perempuan baik. Dilahirkan dan besarkan dari keluarga terhormat, seorang tuan tanah yang rajin menuntut ilmu agama. Perempuan pekerja keras yang membantu menopang ekonomi keluarga. Memiliki perasaan halus yang membuatnya sempurna dalam menjaga anak-anaknya.
Hingga.....
”ibumu sudah tidak perawan lagi saat kunikahi, dia mencintai lelaki cinta pertamanya, jadi kau anak lelaki pertama bukan anakku.......” berbagai kekeruhan hati yang dipendam selama lebih dari dua pertiga hidupnya dikeluarkannya dengan menyala-nyala. ”aku akan menceraikan ibu kalian sekarang”
Perempuan tua itu tertunduk dan terisak sambil memegangi dada kirinya.
”ibu bersumpah atas nama TUHAN, tidak pernah melakukan hal terlarang, kalian tahu bagaimana didikan kakek yang keras, tidak pernah ibu berteman dengan laki-laki...., apapun itu keputusan bapak kalian, ibu akan tetap menjaganya ”
Lelaki yang sempurna dengan berjuta kebaikan. Tetap saja lelaki yang dibesarkan dalam adat yang menuntut kesempurnaan perempuan.
Perempuan shalihah. Tidak mengerti seperti apakah rasa perawan itu karena itu hal yang tabu untuk dibicarakan. Pasrah.
Lupakah mereka, cinta yang dulu selalu mengisi hari-hari, saat bergandeng tangan menonton layar tancap dikampung, gemuruh jantung saat akad nikah, tertawa melihat kenakalan lucu anak-anaknya, doa-doa panjang yang ditautkan disetiap pertiga malam.
Lupakah lelaki itu, senyuman istri sambil memberikan segelas air saat dia pulang shalat Jum’at, tangisan sakit istri saat melahirkan buah hati mereka, keringat yang mengucur dan nafas yang terengah-engah saat mengambil air dari sumur yang jaraknya ratusan meter dari rumah.
Istrinya tidak pernah lupa, elusan tangan suami diperutnya saat hamil, bujukan suami pada pak Haji untuk meminta mangga muda saat dia hamil, berdesak-desakan dipasar rakyat membeli martabak asin kesukaannya, bahkan ungkapan suka pertama kali yang membuatnya memutuskan tali pertunangan dengan lelaki pilihan bapaknya.
Perawan. Janganlah menghapuskan keindahan hidup dalam surga dunia yang sengaja dibalutkan-NYA dalam pernikahan.
Suaminya adalah lelaki setia yang tidak pernah selingkuh. Pekerja keras, disamping sebagai pegawai negeri juga rajin berbisnis. Mengajarkan dan menuntun kebaikan pada anak-anaknya. Mencintai dengan tulus semua anak-anaknya. Lelaki shalih yang istiqomah memimpin jamaah di masjid. Berjiwa sosial tinggi hingga terpilih jadi ketua kampung selama belasan tahun.
Istrinya tentu perempuan baik. Dilahirkan dan besarkan dari keluarga terhormat, seorang tuan tanah yang rajin menuntut ilmu agama. Perempuan pekerja keras yang membantu menopang ekonomi keluarga. Memiliki perasaan halus yang membuatnya sempurna dalam menjaga anak-anaknya.
Hingga.....
”ibumu sudah tidak perawan lagi saat kunikahi, dia mencintai lelaki cinta pertamanya, jadi kau anak lelaki pertama bukan anakku.......” berbagai kekeruhan hati yang dipendam selama lebih dari dua pertiga hidupnya dikeluarkannya dengan menyala-nyala. ”aku akan menceraikan ibu kalian sekarang”
Perempuan tua itu tertunduk dan terisak sambil memegangi dada kirinya.
”ibu bersumpah atas nama TUHAN, tidak pernah melakukan hal terlarang, kalian tahu bagaimana didikan kakek yang keras, tidak pernah ibu berteman dengan laki-laki...., apapun itu keputusan bapak kalian, ibu akan tetap menjaganya ”
Lelaki yang sempurna dengan berjuta kebaikan. Tetap saja lelaki yang dibesarkan dalam adat yang menuntut kesempurnaan perempuan.
Perempuan shalihah. Tidak mengerti seperti apakah rasa perawan itu karena itu hal yang tabu untuk dibicarakan. Pasrah.
Lupakah mereka, cinta yang dulu selalu mengisi hari-hari, saat bergandeng tangan menonton layar tancap dikampung, gemuruh jantung saat akad nikah, tertawa melihat kenakalan lucu anak-anaknya, doa-doa panjang yang ditautkan disetiap pertiga malam.
Lupakah lelaki itu, senyuman istri sambil memberikan segelas air saat dia pulang shalat Jum’at, tangisan sakit istri saat melahirkan buah hati mereka, keringat yang mengucur dan nafas yang terengah-engah saat mengambil air dari sumur yang jaraknya ratusan meter dari rumah.
Istrinya tidak pernah lupa, elusan tangan suami diperutnya saat hamil, bujukan suami pada pak Haji untuk meminta mangga muda saat dia hamil, berdesak-desakan dipasar rakyat membeli martabak asin kesukaannya, bahkan ungkapan suka pertama kali yang membuatnya memutuskan tali pertunangan dengan lelaki pilihan bapaknya.
Perawan. Janganlah menghapuskan keindahan hidup dalam surga dunia yang sengaja dibalutkan-NYA dalam pernikahan.
Fren
Published by Lia RosS on 22 March, 2006 at 1:45 PM.
Friend in crime
Orang yang mengacaukan konsep yang aku pegang selama ini, memotong siklus yang biasa aku lalui, melihat sesuatu dari sudut yang lain. Bersyukur, berfikir yang mendalam menjadikanku kaya. ”tempat yang wajib dikunjungi tuh gak cuma Makkah, Perancis juga kudu pisan”
Temen hura-hura
Tukeran parfum, saling intip perlengkapan perempuan dari luar sampe yang dalem, janjian setiap awal bulan belanja bersama selama berjam-jam. Ngeributin kulit dan berat badan, ngomentarin baju, masih jam 10.30 sudah repot mo makan dimana. Cekikikan ngomongin ..... cowo. Mengasikkan menjadi sebenar-benarnya cewe.
Friend in God Spot
TUHAN selalu menjadi pokok perbincangan, menangis ketika mendengar orang mengeluh akan takdir-NYA, ah...bukankah TUHAN Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita. Terperangah membaca ”The secret of water dan The power of water” memang benar, ilmu-NYA tak akan bisa dituangkan meski seluruh pohon dijadikan pena dan seluruh lautan dijadikan tinta. Berbagi nikmatnya merindui TUHAN. Bersamanya jalan kaki ditengah malam setelah mengunjungi seorang guru.
Rekan kerja
Selalu laki-laki. Berfikir maskulin, tidak peduli pada perempuan melo. Segala sesuatu di lihat dari untung dan rugi, hitam dan putih, menghindari wilayah abu-abu. Dengan mudah berfikir loncat-loncat, padahal perempuan terbiasa berfikir serial hingga agak kesulitan switching. Senengnya, tidak cepet sakit hati dan belajar mentoleransi perbedaan-perbedaan yang timbul.
Sahabat dalam kepolosan
Awalnya tidak menyangka, berada dalam komunitas orang-orang sederhana, mencari huruf dikeyboard komputer satu persatu, memprotesku ketika mengatakan strategic plan ” huuu jangan pake bahasa inggris, gak ngerti”, banyak yang tidak memiliki ATM dan tidak tahu cara mendaftar internet banking, palagi blogger. Bangga bercerita ketika sudah manggung menyanyikan lagu dangdut. Padahal berdandan lengkap dengan motor versi terbaru. Kemudian menyayanginya, begitu tulusnya mereka berteman.
Sampai..... suatu hari akan ada seorang teman yang mengakumulasi semuanya, membantu mengerjakan tugas kantor, berbagi pengalaman bisnis, menyimak mimpi-mimpiku, mengajak makan mie ayam dipinggir jalan yang seporsinya masih 4000 rupiah, sesekali menggoda dengan rayuannya, menghadirkan kebesaran TUHAN, meyakinkan untuk berfikir positif dan optimis. An Angel.
Orang yang mengacaukan konsep yang aku pegang selama ini, memotong siklus yang biasa aku lalui, melihat sesuatu dari sudut yang lain. Bersyukur, berfikir yang mendalam menjadikanku kaya. ”tempat yang wajib dikunjungi tuh gak cuma Makkah, Perancis juga kudu pisan”
Temen hura-hura
Tukeran parfum, saling intip perlengkapan perempuan dari luar sampe yang dalem, janjian setiap awal bulan belanja bersama selama berjam-jam. Ngeributin kulit dan berat badan, ngomentarin baju, masih jam 10.30 sudah repot mo makan dimana. Cekikikan ngomongin ..... cowo. Mengasikkan menjadi sebenar-benarnya cewe.
Friend in God Spot
TUHAN selalu menjadi pokok perbincangan, menangis ketika mendengar orang mengeluh akan takdir-NYA, ah...bukankah TUHAN Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita. Terperangah membaca ”The secret of water dan The power of water” memang benar, ilmu-NYA tak akan bisa dituangkan meski seluruh pohon dijadikan pena dan seluruh lautan dijadikan tinta. Berbagi nikmatnya merindui TUHAN. Bersamanya jalan kaki ditengah malam setelah mengunjungi seorang guru.
Rekan kerja
Selalu laki-laki. Berfikir maskulin, tidak peduli pada perempuan melo. Segala sesuatu di lihat dari untung dan rugi, hitam dan putih, menghindari wilayah abu-abu. Dengan mudah berfikir loncat-loncat, padahal perempuan terbiasa berfikir serial hingga agak kesulitan switching. Senengnya, tidak cepet sakit hati dan belajar mentoleransi perbedaan-perbedaan yang timbul.
Sahabat dalam kepolosan
Awalnya tidak menyangka, berada dalam komunitas orang-orang sederhana, mencari huruf dikeyboard komputer satu persatu, memprotesku ketika mengatakan strategic plan ” huuu jangan pake bahasa inggris, gak ngerti”, banyak yang tidak memiliki ATM dan tidak tahu cara mendaftar internet banking, palagi blogger. Bangga bercerita ketika sudah manggung menyanyikan lagu dangdut. Padahal berdandan lengkap dengan motor versi terbaru. Kemudian menyayanginya, begitu tulusnya mereka berteman.
Sampai..... suatu hari akan ada seorang teman yang mengakumulasi semuanya, membantu mengerjakan tugas kantor, berbagi pengalaman bisnis, menyimak mimpi-mimpiku, mengajak makan mie ayam dipinggir jalan yang seporsinya masih 4000 rupiah, sesekali menggoda dengan rayuannya, menghadirkan kebesaran TUHAN, meyakinkan untuk berfikir positif dan optimis. An Angel.
sEGala rASa daLaM kaTA
Published by Lia RosS on 15 March, 2006 at 6:56 AM.
Matahari terbit.... tenggelam
Bulan sabit.... purnama
Merpati setia ..... mati
adakah aku ?
Berjinjit melihat semburat pagi
Menaiki tangga menggapai cakrawala
Sampai ujung waktu
Hendakkah ?
Kacaukan rutinitasku
Ahad, 12 Mar 06
*******
Berjarak denganku, elok dan wangi mawar
Disini…
Angin menggugurkan daun meretasku lembut
Pelan…
Meluruhi liarnya fikir dan melodi rasa
Tak perlulah, terburu-buru .....
Lorong akan membusuki sel per sel
Puasa dalam diam akan mengembalikannya
Meski tak kulihat
Aku tahu hangat genggaman-NYA
Sabt, 19 Mar 06
*******
Sama. Seperti belasan tahun yang lampau
masih kuberjalan
masih disini
sampai kutemui muara yang hanyutkan ego
Berulang. siklusku disini
Berputar Melengkung Meliuk Menabrak
kembali !
Tidak. bukan aku
Tanpa kuatkan rasa dalam genggaman
Menusuk Menembus tiada arti
Bukan itu,
Tak ada kuasa bahkan dalam nadiku
meski sampai berkarat
Bosan, tak bisa memilih
Jayagiri, Lembang, 24 September 2005
*******
WARNAMU
Jadilah kau selayaknya bunga
Harum mewangi
Tebarkan keindahan
Jadilah kau matahari
Bagikan cahaya
tunjukkan warna
Lebih baik jadikan dirimu secantik rembulan
Hangatkan bumi
Pesonakan malam
Seharusnya……
Saat ini, berhentilah menjadi seharusnya
Jadilah Fira yang cerdas namun keras kepala
Menjadi penyendiri namun senang membaca
Kreatif dan kontempelatif
Sesekali jadilah bawang merah
Disela peran sebagai bawang putih
‘gar tahu kau HANYA makhluq NYA
RosS
Senin, 26 Jully 2004
Untuk Fira
*******
masih perlukah ku bermimpi
membayangkan pelangi meruntuhiku
biaskan beragam warna
sementara tangan menggapai-gapai
mata nanar mencari
tak kusentuh apapun
tak kulihat semburatmu
terpaku kaku dalam dingin
terpenjara dalam khayal
tetap ku melangkah
meski jalan tak kulihat
*******
24 Juni 05
dalam belantara hutan Bengkalis Riau
langkahkanlah aku seperti kehendak MU
gerakkanlah takdir menuju inginku
suatu masa, meleburlah
aku manusia sebagai makhluk
pada Engkau ALLOH sebagai Tuhan
menjadi tiadalah aku
hanya gerak MU penglihatan MU pendengaran MU
*******
AKU … Tuhanmu !!!
Datanglah pada KU
Katakan apa yang kau mau
Semua pasti akan AKU kabulkan
Jangan cari jalan yang berliku
Jangan lewat apa dan siapa
Luruslah pada KU
Karna tidak perlu sebab untuk KU
Kun faa yaa kun
Percaya pada Ku
Setiap takdir Ku selalu yang terbaik
Knapa diam
Knapa ragu
Aku dekat lebih dekat dari nadimu sendiri
Disarikan dari ceramah Ust. Darlis Fajar
*******
Menjadi MONAS ???
Hm …….. ? Ya …….. !
Menancap arogan mengusung sang emas simbol harta
Dikelilingi daun hijau, bunga berseri
Namun …..
Senyap dari keterjagaan
Berjuta cucu hawa lelap dalam pelukan apek ciliwung
Atau menjadi mercusuar ???
Besar Benderang
Namun …..
PONGAH
Atau menjadi bumi
Mewadahi semesta ciptaan NYA
Namun …..
Terinjak
Atau menjadi …..
Matahari …… Bulan….. Bintang …….
Bersinar. Gemerlap. Cantik
Namun ……
Tak teraih
Ah ….. adalah aku
Sebuah titik
Hampa makna
Namun …..
Restui
Bersama sejuta titik lain genapkan karya NYA
Jakarta, 9 maret 2003
Saat terjerembab di taman MONAS
*******
Kumatikan lampu televisi radio
Hentikan putaran jam
Diam
Biarkan senyap
Tuk telusuri lorong dalam diri
Mencari kesejatian
Berhenti, berpalinglah dari dunia
Dari semua diluar diri
Temukan, sesuatu dalam diri
Yang rasakan kehampaan dan kesepian
Yang jujur gambarkan diri
ALLOH ….
Masihkan aku mentuhankanMU
Saat tidak ridho pada takdirMU
Subhanalloh
Betapa ku kotor hina dzolim munafik
Bahagia ketika yang lain terluka
Terluka ketika yang lain bahagia
Bergelora kumpulkan dunia
Tidak peduli pada orang lapar
Huh …..
Semua himpitkan dada
Lunakkan tulang
Sanggupkah jalani sisa hidup ???
diujung pencarian
“berdzikirlah, maka hatimu akan tenang”
laa haula walaa quwata illa billahi ‘aliyil adzim
21 Maret 2003
Saat ALLOH kenalkan “rasa” lain
*******
Wahai nafsu
Tlah kau jarah semua
Kelembutan hati
Keyakinan akan cinta – NYA
Kerinduan akan utusan – NYA
Wahai nafsu
Tlah kau tawarkan
Nikmatnya maksiat
Bergelinjang dalam dosa
Kerakusan pada dunia
Dan …..
Ku terima tawaranmu
Wahai ENGKAU
Yang menguasai nafsu dan jiwa
Rantailah, kekanglah jiwa
Penjarakan dari nafsu
Didiklah
Jum’at, 13 Juni 2003
Disarikan dari ceramah ustadz Lili Chumaedi
*******
Anakku
Dia yang hadirkan kau dibumi
Ajarkan nama kenalkan bentuk
Degupkan jantung
Alirkan darah
Dia miliki kelembutan
Untukmu, untuk hamba –hamba – NYA
Dia gagah perkasa
Dihadapan pendusta – NYA
Dia ciptakan semesta untukmu
Agar kau tak henti ESA kan Dia
Dalam duduk berdiri berbaring
Wahai penguasa jiwa
Tegakkan jiwa sang buah hati
Agar dia tegakkan Engkau
Agar selalu mengalir pujian untuk – MU
Anakku, dia selalu bersamamu dimanapun kamu berada
*******
Memang !
Aku kecil hina hampa arti
ENGKAU
MAHA AGUNG MAHA KUASA
Aku..................... ENGKAU
Hamba................... TUHAN
Peminta................. PEMBERI
Salah................... BENAR
ENGKAU
Punya hak melakukan apa pun sesuai kehendak
Aku
Berkewajiban mengikuti segala yang KAU kehendaki
ENGKAU ciptakan aku
Hadirkan ke bumi, jalani hidup
Titipkan akal dan nafsu
Berikan pilihan kebaikan atau kesalahan
Aku berliku jalani takdir MU
Terkadang indah berada dalam padang rumput penuh bunga
Tak jarang disisi jurang, terpeleset.
Oh….. wahai ENGKAU
TUHAN PENCIPTA PENGUASA
Ku ingin jalan terbaik MU
Ridho dalam takdir MU
L U R U U U S S S
Namun, TETAP
Aku tak berdaya
17 Okt 03
‘aku’ dalam ketakberdayaan
saat kehilangan asa
*******
dari patahan ranting kering
dari jejatuhan daun lapuk
dari gundukan tanah tandus
dipekatnya kegelapan
dengan sisa kepayahan
dengan sisa asa
kubangun sebuah rumah
tidak jauh
disini
dikedalaman jiwa
Nov 00
Bulan sabit.... purnama
Merpati setia ..... mati
adakah aku ?
Berjinjit melihat semburat pagi
Menaiki tangga menggapai cakrawala
Sampai ujung waktu
Hendakkah ?
Kacaukan rutinitasku
Ahad, 12 Mar 06
*******
Berjarak denganku, elok dan wangi mawar
Disini…
Angin menggugurkan daun meretasku lembut
Pelan…
Meluruhi liarnya fikir dan melodi rasa
Tak perlulah, terburu-buru .....
Lorong akan membusuki sel per sel
Puasa dalam diam akan mengembalikannya
Meski tak kulihat
Aku tahu hangat genggaman-NYA
Sabt, 19 Mar 06
*******
Sama. Seperti belasan tahun yang lampau
masih kuberjalan
masih disini
sampai kutemui muara yang hanyutkan ego
Berulang. siklusku disini
Berputar Melengkung Meliuk Menabrak
kembali !
Tidak. bukan aku
Tanpa kuatkan rasa dalam genggaman
Menusuk Menembus tiada arti
Bukan itu,
Tak ada kuasa bahkan dalam nadiku
meski sampai berkarat
Bosan, tak bisa memilih
Jayagiri, Lembang, 24 September 2005
*******
WARNAMU
Jadilah kau selayaknya bunga
Harum mewangi
Tebarkan keindahan
Jadilah kau matahari
Bagikan cahaya
tunjukkan warna
Lebih baik jadikan dirimu secantik rembulan
Hangatkan bumi
Pesonakan malam
Seharusnya……
Saat ini, berhentilah menjadi seharusnya
Jadilah Fira yang cerdas namun keras kepala
Menjadi penyendiri namun senang membaca
Kreatif dan kontempelatif
Sesekali jadilah bawang merah
Disela peran sebagai bawang putih
‘gar tahu kau HANYA makhluq NYA
RosS
Senin, 26 Jully 2004
Untuk Fira
*******
masih perlukah ku bermimpi
membayangkan pelangi meruntuhiku
biaskan beragam warna
sementara tangan menggapai-gapai
mata nanar mencari
tak kusentuh apapun
tak kulihat semburatmu
terpaku kaku dalam dingin
terpenjara dalam khayal
tetap ku melangkah
meski jalan tak kulihat
*******
24 Juni 05
dalam belantara hutan Bengkalis Riau
langkahkanlah aku seperti kehendak MU
gerakkanlah takdir menuju inginku
suatu masa, meleburlah
aku manusia sebagai makhluk
pada Engkau ALLOH sebagai Tuhan
menjadi tiadalah aku
hanya gerak MU penglihatan MU pendengaran MU
*******
AKU … Tuhanmu !!!
Datanglah pada KU
Katakan apa yang kau mau
Semua pasti akan AKU kabulkan
Jangan cari jalan yang berliku
Jangan lewat apa dan siapa
Luruslah pada KU
Karna tidak perlu sebab untuk KU
Kun faa yaa kun
Percaya pada Ku
Setiap takdir Ku selalu yang terbaik
Knapa diam
Knapa ragu
Aku dekat lebih dekat dari nadimu sendiri
Disarikan dari ceramah Ust. Darlis Fajar
*******
Menjadi MONAS ???
Hm …….. ? Ya …….. !
Menancap arogan mengusung sang emas simbol harta
Dikelilingi daun hijau, bunga berseri
Namun …..
Senyap dari keterjagaan
Berjuta cucu hawa lelap dalam pelukan apek ciliwung
Atau menjadi mercusuar ???
Besar Benderang
Namun …..
PONGAH
Atau menjadi bumi
Mewadahi semesta ciptaan NYA
Namun …..
Terinjak
Atau menjadi …..
Matahari …… Bulan….. Bintang …….
Bersinar. Gemerlap. Cantik
Namun ……
Tak teraih
Ah ….. adalah aku
Sebuah titik
Hampa makna
Namun …..
Restui
Bersama sejuta titik lain genapkan karya NYA
Jakarta, 9 maret 2003
Saat terjerembab di taman MONAS
*******
Kumatikan lampu televisi radio
Hentikan putaran jam
Diam
Biarkan senyap
Tuk telusuri lorong dalam diri
Mencari kesejatian
Berhenti, berpalinglah dari dunia
Dari semua diluar diri
Temukan, sesuatu dalam diri
Yang rasakan kehampaan dan kesepian
Yang jujur gambarkan diri
ALLOH ….
Masihkan aku mentuhankanMU
Saat tidak ridho pada takdirMU
Subhanalloh
Betapa ku kotor hina dzolim munafik
Bahagia ketika yang lain terluka
Terluka ketika yang lain bahagia
Bergelora kumpulkan dunia
Tidak peduli pada orang lapar
Huh …..
Semua himpitkan dada
Lunakkan tulang
Sanggupkah jalani sisa hidup ???
diujung pencarian
“berdzikirlah, maka hatimu akan tenang”
laa haula walaa quwata illa billahi ‘aliyil adzim
21 Maret 2003
Saat ALLOH kenalkan “rasa” lain
*******
Wahai nafsu
Tlah kau jarah semua
Kelembutan hati
Keyakinan akan cinta – NYA
Kerinduan akan utusan – NYA
Wahai nafsu
Tlah kau tawarkan
Nikmatnya maksiat
Bergelinjang dalam dosa
Kerakusan pada dunia
Dan …..
Ku terima tawaranmu
Wahai ENGKAU
Yang menguasai nafsu dan jiwa
Rantailah, kekanglah jiwa
Penjarakan dari nafsu
Didiklah
Jum’at, 13 Juni 2003
Disarikan dari ceramah ustadz Lili Chumaedi
*******
Anakku
Dia yang hadirkan kau dibumi
Ajarkan nama kenalkan bentuk
Degupkan jantung
Alirkan darah
Dia miliki kelembutan
Untukmu, untuk hamba –hamba – NYA
Dia gagah perkasa
Dihadapan pendusta – NYA
Dia ciptakan semesta untukmu
Agar kau tak henti ESA kan Dia
Dalam duduk berdiri berbaring
Wahai penguasa jiwa
Tegakkan jiwa sang buah hati
Agar dia tegakkan Engkau
Agar selalu mengalir pujian untuk – MU
Anakku, dia selalu bersamamu dimanapun kamu berada
*******
Memang !
Aku kecil hina hampa arti
ENGKAU
MAHA AGUNG MAHA KUASA
Aku..................... ENGKAU
Hamba................... TUHAN
Peminta................. PEMBERI
Salah................... BENAR
ENGKAU
Punya hak melakukan apa pun sesuai kehendak
Aku
Berkewajiban mengikuti segala yang KAU kehendaki
ENGKAU ciptakan aku
Hadirkan ke bumi, jalani hidup
Titipkan akal dan nafsu
Berikan pilihan kebaikan atau kesalahan
Aku berliku jalani takdir MU
Terkadang indah berada dalam padang rumput penuh bunga
Tak jarang disisi jurang, terpeleset.
Oh….. wahai ENGKAU
TUHAN PENCIPTA PENGUASA
Ku ingin jalan terbaik MU
Ridho dalam takdir MU
L U R U U U S S S
Namun, TETAP
Aku tak berdaya
17 Okt 03
‘aku’ dalam ketakberdayaan
saat kehilangan asa
*******
dari patahan ranting kering
dari jejatuhan daun lapuk
dari gundukan tanah tandus
dipekatnya kegelapan
dengan sisa kepayahan
dengan sisa asa
kubangun sebuah rumah
tidak jauh
disini
dikedalaman jiwa
Nov 00
Cantik versus Cerdas versus Shalihah
Published by Lia RosS on 11 March, 2006 at 9:01 PM.
Judul yang kurang tepat. Kenapa mesti mem-versus-kan antara cantik, cerdas dan sholehah ?
beberapa perempuan pasti tersinggung terutama yang merasa dirinya cantik, karena perempuan cantik selalu diidentikkan gak bisa mikir cuma bisa ngandelin fisik. Padahal untuk mempertahankan agar selalu cantik dan menarik mereka harus kerja keras yang pasti pake mikir.
Pere berotak pasti mengelu-elukan kecerdasan, kecantikan itu terpancar dari dalam. Namun tetap bengong ketika ditinggalkan lelaki yang memilih pere lain.
Sang shalihah melarikan segala kejadian pada kehendak-NYA, ikhlas ataukah candu tak ada yang tahu selain diri sendiri dan TUHAN nya.
Sah-sah saja sebetulnya, perempuan bisa mengandalkan apa pun, menerima dan mengoptimalkan pemberian TUHAN. Yang kinclong fisiknya, sibuk merawat diri. Yang Cerdas, pontang panting menambah wawasan. Yang shalihah, terpenjara akan cinta-NYA.
Semua pasti ingin yang komplit. Kinclong, asik diajak ngomong apa saja, dari politik sampai seni, juga istiqomah dalam kebaikan. Dulu, stok seperti itu terbatas, molek tapi tulalit, pintar tapi burket, rajin ke masjid tapi kuperlah yang bertebaran.
Sekarang sepertinya tidak, mau cantik, smart dan shalihah mudah karena ditunjang keberagaman fasilitas. Termasuk semakin meningkatnya kualitas manusia secara keseluruhan (baca bukunya kang Jalal deh, madrasah ruhaniah). Yang terpenting adalah ketiga karunia tadi dipublish pada tempatnya. Bok ya, yang mo pamer-pamer tubuh cukup didepan yang haknya, yang mo unjuk otak tidak didepan perempuan ndeso yang lugu namun tulus, yang pecinta kebenaran tidak asik sendirian menikmatinya.
Tak ada yang tahu mana yang terbaik. Yang menjadi khusnul khotimah. Adakalanya si cantik yang suka obral tubuh mendapat hidayah. Yang cerdas memiliki aura yang menjadi magnit kebaikan bagi sesamanya. Yang shalihah punya cahaya bening yang memancar sejuk.
Segala hal bisa terjadi, ketika kita mau kosongkan diri dan rendahkan hati.
beberapa perempuan pasti tersinggung terutama yang merasa dirinya cantik, karena perempuan cantik selalu diidentikkan gak bisa mikir cuma bisa ngandelin fisik. Padahal untuk mempertahankan agar selalu cantik dan menarik mereka harus kerja keras yang pasti pake mikir.
Pere berotak pasti mengelu-elukan kecerdasan, kecantikan itu terpancar dari dalam. Namun tetap bengong ketika ditinggalkan lelaki yang memilih pere lain.
Sang shalihah melarikan segala kejadian pada kehendak-NYA, ikhlas ataukah candu tak ada yang tahu selain diri sendiri dan TUHAN nya.
Sah-sah saja sebetulnya, perempuan bisa mengandalkan apa pun, menerima dan mengoptimalkan pemberian TUHAN. Yang kinclong fisiknya, sibuk merawat diri. Yang Cerdas, pontang panting menambah wawasan. Yang shalihah, terpenjara akan cinta-NYA.
Semua pasti ingin yang komplit. Kinclong, asik diajak ngomong apa saja, dari politik sampai seni, juga istiqomah dalam kebaikan. Dulu, stok seperti itu terbatas, molek tapi tulalit, pintar tapi burket, rajin ke masjid tapi kuperlah yang bertebaran.
Sekarang sepertinya tidak, mau cantik, smart dan shalihah mudah karena ditunjang keberagaman fasilitas. Termasuk semakin meningkatnya kualitas manusia secara keseluruhan (baca bukunya kang Jalal deh, madrasah ruhaniah). Yang terpenting adalah ketiga karunia tadi dipublish pada tempatnya. Bok ya, yang mo pamer-pamer tubuh cukup didepan yang haknya, yang mo unjuk otak tidak didepan perempuan ndeso yang lugu namun tulus, yang pecinta kebenaran tidak asik sendirian menikmatinya.
Tak ada yang tahu mana yang terbaik. Yang menjadi khusnul khotimah. Adakalanya si cantik yang suka obral tubuh mendapat hidayah. Yang cerdas memiliki aura yang menjadi magnit kebaikan bagi sesamanya. Yang shalihah punya cahaya bening yang memancar sejuk.
Segala hal bisa terjadi, ketika kita mau kosongkan diri dan rendahkan hati.
Please.....
Published by Lia RosS on at 5:46 PM.
SUER, aku berterima kasih atas comment yang masuk. tapi ... tolonglah tidak memperjelas identitasku. Pleaaaaase
Restrukturisasi
Published by Lia RosS on 10 March, 2006 at 5:52 PM.
Bosku sengaja booking tempat makan disebuah mall, pemimpin yang lainnya pun sama sudah buat jadwal untuk traktir makan siang, untuk sedikit mengobati luka hati kami. Bukan karena pekerjaannya lho karena tidak ada PHK akibat efisiensi, toh karyawan yang tidak terambil diholding bisa dimutasi ke anak perusahaan meski dengan konsekuensi posisi dan kompensasi yang berbeda dengan sebelumnya . Tapi kebersamaan yang telah terjalin selama ini, kekeluargaan yang kental, masalah yang dipecahkan dengan kepala dingin, dan kesetaraan antara pemimpin dengan yang dipimpin.
Teman yang bertugas di restrukturisasi SDM pun mengeluh, vertigo selama satu minggu, kadang tidak kuat untuk berdiri karena saking lemasnya. Padahal laki-laki, dia menangis juga. Dan berjuang agar teman-teman yang dimutasi mendapat posisi yang tepat, tidak demosi dengan kompensasi yang aman.
Beruntung aku bertugas di restrukturisasi bisnis, meeting dengan konsultan mantan vice president sebuah bank internasional dan bos-bos yang sudah malang melintang di dunia bisnis. Belajar membangun perusahaan yang profesional. Menemukan hal-hal yang selama ini dianggap kecil tapi ternyata berefek besar.
Orang-orang yang cerdas dan berwawasan, jeli menghitung investasi, berorientasi pada data, tawadhu, dan sangat menghargai sekecil apapun yang dilakukan. Tepat waktu dalam segala hal termasuk menunggu tugas-tugas yang aku kerjakan.
Semangat !! Selamat berkarya !
Teman yang bertugas di restrukturisasi SDM pun mengeluh, vertigo selama satu minggu, kadang tidak kuat untuk berdiri karena saking lemasnya. Padahal laki-laki, dia menangis juga. Dan berjuang agar teman-teman yang dimutasi mendapat posisi yang tepat, tidak demosi dengan kompensasi yang aman.
Beruntung aku bertugas di restrukturisasi bisnis, meeting dengan konsultan mantan vice president sebuah bank internasional dan bos-bos yang sudah malang melintang di dunia bisnis. Belajar membangun perusahaan yang profesional. Menemukan hal-hal yang selama ini dianggap kecil tapi ternyata berefek besar.
Orang-orang yang cerdas dan berwawasan, jeli menghitung investasi, berorientasi pada data, tawadhu, dan sangat menghargai sekecil apapun yang dilakukan. Tepat waktu dalam segala hal termasuk menunggu tugas-tugas yang aku kerjakan.
Semangat !! Selamat berkarya !
Anti Kemapanan
Published by Lia RosS on 09 March, 2006 at 4:18 PM.
MENUJU INVESTMENT HOLDING COMPANY TAHUN 2006
Setelah 3 tahun berdiri (Januari 2002--Desember 2005), PT XXX sebagai Holding Company mulai mengubah sistem pengelolaan perusahaan dari Operasional Holding Company menjadi Investment Holding Company. Hal tersebut dilakukan setelah menilai bahwa Anak Perusahaan telah memiliki pengalaman operasi yang memadai dalam menjalankan fungsi operasional perusahaan.
Perubahan menjadi Investment Holding Company dinilai lebih baik karena independensi dan kemandirian dari masing-masing Anak Perusahaan tetap terjaga. Dengan menggunakan sistem Investment Holding Company maka PT. XXX sebagai Holding Company tidak perlu melakukan intervensi langsung. Komunikasi hanya dilakukan lewat prosedur RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sehingga dengan sistem ini diharapkan akan berdampak positif pada kinerja Anak Perusahaan.
Bla...bla...bla....
Artikel yang saya tulis dan publish dibuletin rutin perusahaan, hasil meeting terus menerus, browsing, dan baca buku. Setelah rampung konsep dasar segera sosialisasi ke anak perusahaan. Yang tidak saya sadari hal ini menggiring pada sesuatu yang menyakitkan.
Owner tempatku bekerja memang orang yang anti kemapanan alias senang perubahan. Berbagai hal dilakukan agar kami tidak terlena dan selalu berusaha bergerak maju.
Akupun dengan semangat mendukungnya, hingga hari kemarin tersiar kabar efek dari perubahan tersebut adalah efisiensi karyawan. Bersyukur kami tanggapi dengan santai, sibuk membuka buku peraturan perusahaan dan menghitung berapa pesangon yang akan diterima, ngeplan bisnis bareng, dan yang paling asik repot ngejadwal makan dan rekreasi bersama sebagai tanda perpisahan.
Percayalah, ALLOH tidak akan pernah mendzolimi hamba-NYA. Begitupun dengan atasan kami yang sangat santun, sebelum akhirnya menyampaikan hanya 6 orang dari 19 orang yang terambil, beliau sempat stress memikirkan kelanjutan hidup kami.
Kami yang support akhirnya, semua akan baik-baik saja, yang terpenting berfikir positif, bekerja lebih keras dengan cerdas, dan tentu saja memperbaiki ibadah.
Meski dibelakang, aku tersedu (biasa...pere!). Berpisah dengan teman-teman seperjuangan membangun sistem tentu sangat tidak mudah.
Kerja keras menanti didepan mata dengan tetap menjaga hati untuk tidak riya.
ALLOH tuntunlah ...........
Setelah 3 tahun berdiri (Januari 2002--Desember 2005), PT XXX sebagai Holding Company mulai mengubah sistem pengelolaan perusahaan dari Operasional Holding Company menjadi Investment Holding Company. Hal tersebut dilakukan setelah menilai bahwa Anak Perusahaan telah memiliki pengalaman operasi yang memadai dalam menjalankan fungsi operasional perusahaan.
Perubahan menjadi Investment Holding Company dinilai lebih baik karena independensi dan kemandirian dari masing-masing Anak Perusahaan tetap terjaga. Dengan menggunakan sistem Investment Holding Company maka PT. XXX sebagai Holding Company tidak perlu melakukan intervensi langsung. Komunikasi hanya dilakukan lewat prosedur RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sehingga dengan sistem ini diharapkan akan berdampak positif pada kinerja Anak Perusahaan.
Bla...bla...bla....
Artikel yang saya tulis dan publish dibuletin rutin perusahaan, hasil meeting terus menerus, browsing, dan baca buku. Setelah rampung konsep dasar segera sosialisasi ke anak perusahaan. Yang tidak saya sadari hal ini menggiring pada sesuatu yang menyakitkan.
Owner tempatku bekerja memang orang yang anti kemapanan alias senang perubahan. Berbagai hal dilakukan agar kami tidak terlena dan selalu berusaha bergerak maju.
Akupun dengan semangat mendukungnya, hingga hari kemarin tersiar kabar efek dari perubahan tersebut adalah efisiensi karyawan. Bersyukur kami tanggapi dengan santai, sibuk membuka buku peraturan perusahaan dan menghitung berapa pesangon yang akan diterima, ngeplan bisnis bareng, dan yang paling asik repot ngejadwal makan dan rekreasi bersama sebagai tanda perpisahan.
Percayalah, ALLOH tidak akan pernah mendzolimi hamba-NYA. Begitupun dengan atasan kami yang sangat santun, sebelum akhirnya menyampaikan hanya 6 orang dari 19 orang yang terambil, beliau sempat stress memikirkan kelanjutan hidup kami.
Kami yang support akhirnya, semua akan baik-baik saja, yang terpenting berfikir positif, bekerja lebih keras dengan cerdas, dan tentu saja memperbaiki ibadah.
Meski dibelakang, aku tersedu (biasa...pere!). Berpisah dengan teman-teman seperjuangan membangun sistem tentu sangat tidak mudah.
Kerja keras menanti didepan mata dengan tetap menjaga hati untuk tidak riya.
ALLOH tuntunlah ...........
RUH
Published by Lia RosS on 03 March, 2006 at 8:06 AM.
Saat perempuan membangun relation dengan lelaki, saatnya beradu fibrasi antara feminin dan maskulin. Namun, sebenarnya dalam keseluruhan jiwa maskulin ada sedikit sifat feminin juga ada sedikit jiwa maskulin dalam keseluruhan sifat feminin. Keseimbangan yang diciptakan-NYA.
Mudah saja mengaktualkannya, Aku pernah punya pengalaman, saat merasa diri ini sesak, terbiasa memasuki rumah-NYA atau luasnya lapangan sepakbola dalam sepi. Memilah mana yang ada dihati dan mana yang ada difikiran, bagian yang harus dibuang, disimpan, dan dikembalikan ke tangan-NYA. Begitupun dengan memunculkan kedua jiwa tadi, awali dengan mengenali gerak fikir dan hati kemudian memilahnya, sebelum ber-action, cross check lagi pada apa yang sudah dideskripsikan diawal.
TERNYATA ! yang ada dalam diri tidak hanya hati dan fikir, juga ada syahwat. Dan siapakah yang mengatur semuanya, itulah ruh yang menurut Al-Qur’an, diambil-NYA ruh dari dari diri-KU sendiri. Dialah yang tidak kita kenali sehingga sering diabaikan, padahal dialah yang paling mengerti kehendak-NYA yang akan menuntun seluruh gerak indra, emosi, dan syahwat.
Meski begitu, manusia diberi-NYA otoritas untuk ikut berpartisipasi terhadap ke-manajer-an TUHAN melalui ilmu, filsafat dan kebenaran subjektif (meminjam kalimatnya pa Muh).
” Dan barang siapa takwa kepada ALLOH (berproses dengan cara yang ditawarkan oleh AL Qur’an) ALLOH akan menjadikan baginya jalan keluar (sintesa dari kedua kebenaran yang bertentangan) dan diberi rizki dari arah yang tak dapat diduga ” Ath Thalaq 2-3.
Mudah saja mengaktualkannya, Aku pernah punya pengalaman, saat merasa diri ini sesak, terbiasa memasuki rumah-NYA atau luasnya lapangan sepakbola dalam sepi. Memilah mana yang ada dihati dan mana yang ada difikiran, bagian yang harus dibuang, disimpan, dan dikembalikan ke tangan-NYA. Begitupun dengan memunculkan kedua jiwa tadi, awali dengan mengenali gerak fikir dan hati kemudian memilahnya, sebelum ber-action, cross check lagi pada apa yang sudah dideskripsikan diawal.
TERNYATA ! yang ada dalam diri tidak hanya hati dan fikir, juga ada syahwat. Dan siapakah yang mengatur semuanya, itulah ruh yang menurut Al-Qur’an, diambil-NYA ruh dari dari diri-KU sendiri. Dialah yang tidak kita kenali sehingga sering diabaikan, padahal dialah yang paling mengerti kehendak-NYA yang akan menuntun seluruh gerak indra, emosi, dan syahwat.
Meski begitu, manusia diberi-NYA otoritas untuk ikut berpartisipasi terhadap ke-manajer-an TUHAN melalui ilmu, filsafat dan kebenaran subjektif (meminjam kalimatnya pa Muh).
” Dan barang siapa takwa kepada ALLOH (berproses dengan cara yang ditawarkan oleh AL Qur’an) ALLOH akan menjadikan baginya jalan keluar (sintesa dari kedua kebenaran yang bertentangan) dan diberi rizki dari arah yang tak dapat diduga ” Ath Thalaq 2-3.
MEETING
Published by Lia RosS on 02 March, 2006 at 7:08 PM.
Bahan meeting mesti aku siapin, meski sudah ada yang standart tetap saja perlu ada yang diperbaiki untuk disesuaikan dengan klien. Kalau waktunya memungkinkan tentu tak apa-apa, yang sering terjadi adalah kepepet. Konsep kerjasama juga mesti aku fikirin dengan sebelumnya meminta masukan dari anak perusahaan.
Hari ini, meeting dengan second layernya sebuah BUMN, kemarin dengan presdir sebuah bank swasta, tak jarang dengan pengusaha-pengusaha etnis non pribumi bahkan artis. Diawal sering mereka terlihat kaku dan takut salah, merasa kagok berada dilingkungan kami sehingga kamilah yang biasanya berusaha mencairkan suasana.
Diluar rapat pun begitu, ada yang melihat dengan aneh atau biasa-biasa saja ketika saya hanya menyimpan tangan didada saat diajak bersalaman, ada juga ngeledekin setelah hilang kekakuan. Beberapa dari mereka sering melihat dengan dalam ke mata saya, dikiranya satu keturunan kali. Kadang suka merasa aneh sendiri, aku perempuan satu-satunya diruangan tertutup.
Berfikir memang lebih menguras energi kata orang, tapi bekerja dibagian business development yang penuh tantangan menyenangkan. Bertemu orang baru yang memberi wawasan baru, teknologi yang baru dikembangkan, mengetahui gaya hidup sebagian orang metropolis dan metroseksual ( gak nyambung ), belajar bagaimana melakukan perhitungan bisnis dan keberanian mengambil resiko, juga semangat mengejar peluang dan kesempatan.
Terkadang mesti mengorbankan perasaan karena terpaksa bersentuhan tangan dengan non muhrim atau memakai baju yang harus disesuaikan dengan keinginan bos, kalau tidak bosku bisa marah dan tidak mengikutkanku dalam meeting, ”kamu sudah cantik sekarang (enak aja, dari dulu aku cantik..seruku), tinggal bajunya jangan gagayabagan jiga nini nini (kebesaran kaya nenek-nenek)
Meski begitu bosku selain cerdas, baik banget, tak jarang memberikan cinderamata dari klien yang pasti unik-unik, bahkan merelakan fasilitas hotel bintang 5 nya dan beliau menggantikanku dihotel biasa. Beliau orang yang waro’ (hati-hati) sangat menjaga jangan sampai menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, tak tertinggal shalat malam, dan shaum daud (sehari shaum sehari tidak) padahal baru 2 tahun ini memeluk Islam.
Biasanya sehabis meeting, kami berkumpul sekedar ngobrol. Teman laki-laki pasti semangat berapi-api sambil mengepalkan tangan siap mengembangkan bisnis perusahaan dan menemukan peluang bisnis yang lain.
Saya hanya mengangkat dagu pake tangan, dengan tatapan mata kosong seraya berkata ”menyenangkannya menjadi pendamping mereka, saat mereka rapat aku bisa jalan-jalan dan shopping”. Huuuuuu.......
Hari ini, meeting dengan second layernya sebuah BUMN, kemarin dengan presdir sebuah bank swasta, tak jarang dengan pengusaha-pengusaha etnis non pribumi bahkan artis. Diawal sering mereka terlihat kaku dan takut salah, merasa kagok berada dilingkungan kami sehingga kamilah yang biasanya berusaha mencairkan suasana.
Diluar rapat pun begitu, ada yang melihat dengan aneh atau biasa-biasa saja ketika saya hanya menyimpan tangan didada saat diajak bersalaman, ada juga ngeledekin setelah hilang kekakuan. Beberapa dari mereka sering melihat dengan dalam ke mata saya, dikiranya satu keturunan kali. Kadang suka merasa aneh sendiri, aku perempuan satu-satunya diruangan tertutup.
Berfikir memang lebih menguras energi kata orang, tapi bekerja dibagian business development yang penuh tantangan menyenangkan. Bertemu orang baru yang memberi wawasan baru, teknologi yang baru dikembangkan, mengetahui gaya hidup sebagian orang metropolis dan metroseksual ( gak nyambung ), belajar bagaimana melakukan perhitungan bisnis dan keberanian mengambil resiko, juga semangat mengejar peluang dan kesempatan.
Terkadang mesti mengorbankan perasaan karena terpaksa bersentuhan tangan dengan non muhrim atau memakai baju yang harus disesuaikan dengan keinginan bos, kalau tidak bosku bisa marah dan tidak mengikutkanku dalam meeting, ”kamu sudah cantik sekarang (enak aja, dari dulu aku cantik..seruku), tinggal bajunya jangan gagayabagan jiga nini nini (kebesaran kaya nenek-nenek)
Meski begitu bosku selain cerdas, baik banget, tak jarang memberikan cinderamata dari klien yang pasti unik-unik, bahkan merelakan fasilitas hotel bintang 5 nya dan beliau menggantikanku dihotel biasa. Beliau orang yang waro’ (hati-hati) sangat menjaga jangan sampai menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, tak tertinggal shalat malam, dan shaum daud (sehari shaum sehari tidak) padahal baru 2 tahun ini memeluk Islam.
Biasanya sehabis meeting, kami berkumpul sekedar ngobrol. Teman laki-laki pasti semangat berapi-api sambil mengepalkan tangan siap mengembangkan bisnis perusahaan dan menemukan peluang bisnis yang lain.
Saya hanya mengangkat dagu pake tangan, dengan tatapan mata kosong seraya berkata ”menyenangkannya menjadi pendamping mereka, saat mereka rapat aku bisa jalan-jalan dan shopping”. Huuuuuu.......
RASA
Published by Lia RosS on 01 March, 2006 at 1:03 PM.
Segala yang ada dalam diri dan kehidupan ini hanya untuk dipersembahan pada TUHAN, kembalikanlah segala hal pada TUHAN saja. TUHAN yang mana ?. Ups salah..., dengan cara apa dan bagaimana menempuhnya ?.
Saat ini aku sedang mengagung-agungkan ritual setelah mengalami berbagai hal. Seperti hari-hari terakhir ini, mengalami kepanikan dan lari ke ritual. Kenapa tetap bergolak. Bukankah hanya DIA saja yang bisa memerdekakanku.
Seminggu ini agak kesulitan chatting, keterbatasan waktu, koneksi yang putus nyambung, delay yang lama. Alhamdulillah, pagi ni serba mudah.
myrfa_89: ciluk baaa, assalamualaikum teh..hehe
ross0105: ’alaikumussalam.he he juga
ross0105: begadang nih
myrfa_89: iya baru beres
ross0105: eh kemarin seneng banget aku dipanggil tante, serasa dipanggil ma ponakan, anak mba maksudnya. ayolah mba, segeralah,
myrfa_89: yah..nti lah kapan-kapan kalo sempet
ross0105: anak kan pernyataan TUHAN
myrfa_89: lho..diri kita dulu yang utama. kita ada karena pertama menemukan diri kita sendiri dulu. bukan karena eksternalitas
ross0105: gak kangen ma semrawutnya negeri tercinta ni
myrfa_89: bukan soal semrawut atau apa. bumi tempat aku berpijak ini udah menyatu lahir batin. energi feminin itu bumi. jadi perempuan itu merasakannya
ross0105: bagaimana caranya ?
myrfa_89: dengan rasa. ya itu. menjelajah rasa dan kuncinya adalah cinta. rasa lezat, indah, merdu..dll itu rasa. keseimbangan itu juga rasa. itu maksudnya menggali ke dalam. makanan batin...terserah orang membahasakan apa. rasakan aja kedalam
ross0105: mba aku nangis lho bacanya
myrfa_89: what's wrong?
ross0105: rasanya ”rasa” saya dapet makanan. tak hanya ruh yang perlu dipuaskan. saya mengerti sekarang, ada yang saya abaikan.
Terlalu kaku memaknai sesuatu ! merasa sangat berdosa jika ada selain-NYA yang masuk kedalam hati. Menekannya dalam-dalam, tak terasa mengabaikan sisi lain dari diri. Rasa. Bukankah dia juga setara dengan fisik, emosi, ruh, yang perlu dikenali, diberi makan, dan dihargai keberadaannya.
Yang terjadi kemudian adalah pergolakan dan ritual tidak bisa mengatasinya. Di madrasah ruhaniahnya kang Jalal diceritakan, bila ada orang yang datang untuk belajar tasawuf kepada guru sufi, guru itu selalu berkata, ” Apakah kamu mempunyai saudara ? Belajarlah kamu untuk mencintai saudaramu sebelum kamu belajar mencintai TUHAN mu”
Ritual adalah pijakan. Untuk langkah selanjutnya, kita diberi beberapa pilihan. ”Tuhan itu luas dan dalam melalui samudra rasa. Samudra rasa tak bisa didefinisikan dengan kata-kata. hanya bisa dikomunikasikan dengan konkritisasi. it's our hidden treasure...harta kita yang terpendam” menurut Myrfa
Hari ini akan kunikmati Opick, Iwan Fals dan glen fredly, dan puisi cinta-NYA Jalaludin Rumi
Bebaskan saja rasa itu berkembang.
Saat ini aku sedang mengagung-agungkan ritual setelah mengalami berbagai hal. Seperti hari-hari terakhir ini, mengalami kepanikan dan lari ke ritual. Kenapa tetap bergolak. Bukankah hanya DIA saja yang bisa memerdekakanku.
Seminggu ini agak kesulitan chatting, keterbatasan waktu, koneksi yang putus nyambung, delay yang lama. Alhamdulillah, pagi ni serba mudah.
myrfa_89: ciluk baaa, assalamualaikum teh..hehe
ross0105: ’alaikumussalam.he he juga
ross0105: begadang nih
myrfa_89: iya baru beres
ross0105: eh kemarin seneng banget aku dipanggil tante, serasa dipanggil ma ponakan, anak mba maksudnya. ayolah mba, segeralah,
myrfa_89: yah..nti lah kapan-kapan kalo sempet
ross0105: anak kan pernyataan TUHAN
myrfa_89: lho..diri kita dulu yang utama. kita ada karena pertama menemukan diri kita sendiri dulu. bukan karena eksternalitas
ross0105: gak kangen ma semrawutnya negeri tercinta ni
myrfa_89: bukan soal semrawut atau apa. bumi tempat aku berpijak ini udah menyatu lahir batin. energi feminin itu bumi. jadi perempuan itu merasakannya
ross0105: bagaimana caranya ?
myrfa_89: dengan rasa. ya itu. menjelajah rasa dan kuncinya adalah cinta. rasa lezat, indah, merdu..dll itu rasa. keseimbangan itu juga rasa. itu maksudnya menggali ke dalam. makanan batin...terserah orang membahasakan apa. rasakan aja kedalam
ross0105: mba aku nangis lho bacanya
myrfa_89: what's wrong?
ross0105: rasanya ”rasa” saya dapet makanan. tak hanya ruh yang perlu dipuaskan. saya mengerti sekarang, ada yang saya abaikan.
Terlalu kaku memaknai sesuatu ! merasa sangat berdosa jika ada selain-NYA yang masuk kedalam hati. Menekannya dalam-dalam, tak terasa mengabaikan sisi lain dari diri. Rasa. Bukankah dia juga setara dengan fisik, emosi, ruh, yang perlu dikenali, diberi makan, dan dihargai keberadaannya.
Yang terjadi kemudian adalah pergolakan dan ritual tidak bisa mengatasinya. Di madrasah ruhaniahnya kang Jalal diceritakan, bila ada orang yang datang untuk belajar tasawuf kepada guru sufi, guru itu selalu berkata, ” Apakah kamu mempunyai saudara ? Belajarlah kamu untuk mencintai saudaramu sebelum kamu belajar mencintai TUHAN mu”
Ritual adalah pijakan. Untuk langkah selanjutnya, kita diberi beberapa pilihan. ”Tuhan itu luas dan dalam melalui samudra rasa. Samudra rasa tak bisa didefinisikan dengan kata-kata. hanya bisa dikomunikasikan dengan konkritisasi. it's our hidden treasure...harta kita yang terpendam” menurut Myrfa
Hari ini akan kunikmati Opick, Iwan Fals dan glen fredly, dan puisi cinta-NYA Jalaludin Rumi
Bebaskan saja rasa itu berkembang.
DIARY
Published by Lia RosS on at 8:08 AM.
selasa, 28 Maret 06
Aku sangat senang lari atau sekedar jalan dengan tidak memakai alas kaki, seperti juga sore ini dilapangan olahraga. Kemudian mata tertumbuk pada tiga lelaki kecil yang sedang bersepakbola....o..o..w..bertelanjang kaki ... Oh my God, setiap sore aku harus mencuci kaki kelima lelaki kecilku dengan sabun anti septik, menyikat kuku-kuku mungilnya dan menggosok tumitnya dengan batu apung.
*******
Sabtu, 11 Maret 06
Aku merasa sukses telah melewati satu ujian, komitmen.
Hey, ternyata tidak, sekarang ini pun sama, berada didua jalan.
Yang berbeda adalah dua jalan saat ini akan menyatu jika sanggup melampaui dengan benar.
Sabar menerima apa saja yang terjadi dijalan A
Sabar menerima apa saja yang diberikan dijalan B.
Perasaan, berbagai cara telah kulakukan agar ”menyatu” dengan TUHAN. Belum juga berhasil, kadang bisa menjaga fikir, hati juga lisan, kadang tidak. Pergerakannya lemot banget.
Selalu diingatkan-NYA untuk tetap sadar atas apa yang dilakukan. Bukankah itu Rahim-NYA ? Alhamdulillah.....
Penasaran, akan seperti apa ujung sebuah peristiwa ? aku bisa tahu dengan tidak terlalu sulit, tinggal datengin orang sholeh, ketatkan ritual, akan tahu.
Sok Iye !. Padahal sering salah kalau pun benar tidak disikapi dengan baik. and now, jalani saja, biarkan TUHAN beri kejutan.
Seperti apa pula kehidupanku, Khusnul atau Su’ul ?
Alah ... biarkan saja waktu berjalan
*******
Jum’at, 10 Maret 06
Setiap shalat jamaah sesama teman kantor pasti lama untuk menentukan iman, dan aku paling anti jadi imam, pasti diomelin. Alasanku selalu sama, lemes dan jantung gemeteran. Alasan aja ! kata mereka.
O ya ??
Aku pun tidak tahu apa penyebabnya, kenapa selalu begitu. SUER.
********
Kamis, 9 Maret 06
Mati lampu
Salah forcast !, aku fikir mati lampu tidak akan lama, jadilah hanya membeli sedikit lilin. Semalaman dalam kegelapan. Ketakutan sampai jantung berdegup kencang. Takut karena apa ? padahal kan terbiasa sendiri di kost yang tiga lantai ini. Hmmm... karena makan cola padahal perut kosong seharian. Oke, dengan tidur insya ALLOH akan sembuh.
Terbangun jam 22, kok jantung masih berdegup kencang. Hmmm.. aku buat dosa apa hari ini, diteliti satu persatu dari bangun tidur sampai malem. Astaghfirlloh... tangan merayap menemukan tasbih.
Ooooh ....
2 Hari ini, hampir setiap aktifitas bersama menemani teh Fien, teman yang tuna netra. Betapa sangat tidak mudah hidup dalam kegelapan.
Tadi sore membaca tafsir pa Quraish tentang kematian, bagaimana nanti dialam kubur ? sombongku merasa telah merindui TUHAN cukup sebagai bekal.
Ditafsirnya Al Falaq, gelap tidak hanya membawa pada ketakutan dan kejahatan tapi saat tepat untuk mengadu pada-NYA.
********
Selasa, 23 Agustus 2005
Memaksa diri, menunda keinginan beli rok jins yang sudah sangat lama diidamkan, menggantinya dengan membeli tafsir Al Misbah-nya Ustadz Quraish. pelan membaca, An Nas. Al Falaq, Tuhan ternyata sangat senang kita mengulang-ngulang doa dan spesifik. Al Ikhlash, hati dan diri ini bukan milikku tapi DIA yang berkuasa,ketika pagi lihat langit, pohon, betapa karunia NYA melekat erat pada semua yang DIA ciptakan. Al Insyiroh, percayalah ! bersama kesulitan ada dua kemudahan, TIDAK MUNGKIN satu kesulitan mengalahkan dua kemudahan.
*******
Senin, 15 Agustus 2005
Nas aluka yaa man huwallohu ladzi…. Laa ilaa ha ilalloh. Lantunan asmaul husna yang terdengar dari masjid yang kudatangi membawa rasa yang lain kali ini. Mengembara dalam nikmat menyebut nama NYA, meresapi seluruh diri.
Ditambah
laa illa ha illalloh, laa ma’buda illalloh
laa illa ha illalloh, laa maujuda ilalloh
laa illa ha illalloh, matluba ilalloh
membuat seluruh diri, hati, fikir, dan rasa bahkan setiap sel dari tubuh berkelejotan menyeruput seperti yang sangat kehausan. Ugh, sekian lama tidak memberinya makan. Yap, hampir satu bulan biarkan berada dalam pergolakan rasa dan fikir hanya ditemani syair melo-nya Glen.
O, ya hampir lupa, masih ada TUHAN, tempat mengembalikan, tempat berserah diri dan melabuhkan semua sengketa.
*******
19 Juni 05
aku berada disebuah desa dikepulauan riau yang tidak ada sinyal, yang listrik nyala dari pukul 17.00 sampai 07.00 itupun pake genset, hmm... Indonesiaku.
sebagian besar rumah kayu yang indah, rapih, bersih dengan kamar mandi berkeramik.
*******
19 Mei 05
baca buku gede prama "percaya cinta percaya keajaiban". sejak lembar pertama tak sengaja air mata mengalir terus menerus. apa yang terjadi? kembali kutelusuri diri. oooo..... aku tahu jawabnya begitu banyak nikmat yang tidak disyukuri hingga kering dari cinta
*******
23 mei 05
QS 39 Az Zumar : 44
qulillahisyfaa 'atu jamii'an. katakanlah pertolongan itu hanya milik ALLOH semuanya.
QS 39 Az Zumar : 53
laa taqnathuu mirohmatillah, innalloha yaghfirudzunuuba jami'aa. janganlah kamu berputus asa dari rahmat ALLOH. sesungguhnya ALLOH mengampuni dosa-dosa.
*******
26 mei 05
awalnya aku gak mo cerita, tapi hampa menyergap hingga memasungku sebegitu dalam. aku tidak tahu apa yang telah, sedang, akan terjadi. serba tidak pasti. membuatku menerka-nerka maksud TUHAN "akankah jalani kehidupan baru dialam baru?"
kemudian, merasa tidak sanggup jalani sendiri meski benar-benar disendirikan.
o,ya pernah punya kamu, meski kamu tak merasa milikiku lagi. tak apalah .......
Aku sangat senang lari atau sekedar jalan dengan tidak memakai alas kaki, seperti juga sore ini dilapangan olahraga. Kemudian mata tertumbuk pada tiga lelaki kecil yang sedang bersepakbola....o..o..w..bertelanjang kaki ... Oh my God, setiap sore aku harus mencuci kaki kelima lelaki kecilku dengan sabun anti septik, menyikat kuku-kuku mungilnya dan menggosok tumitnya dengan batu apung.
*******
Sabtu, 11 Maret 06
Aku merasa sukses telah melewati satu ujian, komitmen.
Hey, ternyata tidak, sekarang ini pun sama, berada didua jalan.
Yang berbeda adalah dua jalan saat ini akan menyatu jika sanggup melampaui dengan benar.
Sabar menerima apa saja yang terjadi dijalan A
Sabar menerima apa saja yang diberikan dijalan B.
Perasaan, berbagai cara telah kulakukan agar ”menyatu” dengan TUHAN. Belum juga berhasil, kadang bisa menjaga fikir, hati juga lisan, kadang tidak. Pergerakannya lemot banget.
Selalu diingatkan-NYA untuk tetap sadar atas apa yang dilakukan. Bukankah itu Rahim-NYA ? Alhamdulillah.....
Penasaran, akan seperti apa ujung sebuah peristiwa ? aku bisa tahu dengan tidak terlalu sulit, tinggal datengin orang sholeh, ketatkan ritual, akan tahu.
Sok Iye !. Padahal sering salah kalau pun benar tidak disikapi dengan baik. and now, jalani saja, biarkan TUHAN beri kejutan.
Seperti apa pula kehidupanku, Khusnul atau Su’ul ?
Alah ... biarkan saja waktu berjalan
*******
Jum’at, 10 Maret 06
Setiap shalat jamaah sesama teman kantor pasti lama untuk menentukan iman, dan aku paling anti jadi imam, pasti diomelin. Alasanku selalu sama, lemes dan jantung gemeteran. Alasan aja ! kata mereka.
O ya ??
Aku pun tidak tahu apa penyebabnya, kenapa selalu begitu. SUER.
********
Kamis, 9 Maret 06
Mati lampu
Salah forcast !, aku fikir mati lampu tidak akan lama, jadilah hanya membeli sedikit lilin. Semalaman dalam kegelapan. Ketakutan sampai jantung berdegup kencang. Takut karena apa ? padahal kan terbiasa sendiri di kost yang tiga lantai ini. Hmmm... karena makan cola padahal perut kosong seharian. Oke, dengan tidur insya ALLOH akan sembuh.
Terbangun jam 22, kok jantung masih berdegup kencang. Hmmm.. aku buat dosa apa hari ini, diteliti satu persatu dari bangun tidur sampai malem. Astaghfirlloh... tangan merayap menemukan tasbih.
Ooooh ....
2 Hari ini, hampir setiap aktifitas bersama menemani teh Fien, teman yang tuna netra. Betapa sangat tidak mudah hidup dalam kegelapan.
Tadi sore membaca tafsir pa Quraish tentang kematian, bagaimana nanti dialam kubur ? sombongku merasa telah merindui TUHAN cukup sebagai bekal.
Ditafsirnya Al Falaq, gelap tidak hanya membawa pada ketakutan dan kejahatan tapi saat tepat untuk mengadu pada-NYA.
********
Selasa, 23 Agustus 2005
Memaksa diri, menunda keinginan beli rok jins yang sudah sangat lama diidamkan, menggantinya dengan membeli tafsir Al Misbah-nya Ustadz Quraish. pelan membaca, An Nas. Al Falaq, Tuhan ternyata sangat senang kita mengulang-ngulang doa dan spesifik. Al Ikhlash, hati dan diri ini bukan milikku tapi DIA yang berkuasa,ketika pagi lihat langit, pohon, betapa karunia NYA melekat erat pada semua yang DIA ciptakan. Al Insyiroh, percayalah ! bersama kesulitan ada dua kemudahan, TIDAK MUNGKIN satu kesulitan mengalahkan dua kemudahan.
*******
Senin, 15 Agustus 2005
Nas aluka yaa man huwallohu ladzi…. Laa ilaa ha ilalloh. Lantunan asmaul husna yang terdengar dari masjid yang kudatangi membawa rasa yang lain kali ini. Mengembara dalam nikmat menyebut nama NYA, meresapi seluruh diri.
Ditambah
laa illa ha illalloh, laa ma’buda illalloh
laa illa ha illalloh, laa maujuda ilalloh
laa illa ha illalloh, matluba ilalloh
membuat seluruh diri, hati, fikir, dan rasa bahkan setiap sel dari tubuh berkelejotan menyeruput seperti yang sangat kehausan. Ugh, sekian lama tidak memberinya makan. Yap, hampir satu bulan biarkan berada dalam pergolakan rasa dan fikir hanya ditemani syair melo-nya Glen.
O, ya hampir lupa, masih ada TUHAN, tempat mengembalikan, tempat berserah diri dan melabuhkan semua sengketa.
*******
19 Juni 05
aku berada disebuah desa dikepulauan riau yang tidak ada sinyal, yang listrik nyala dari pukul 17.00 sampai 07.00 itupun pake genset, hmm... Indonesiaku.
sebagian besar rumah kayu yang indah, rapih, bersih dengan kamar mandi berkeramik.
*******
19 Mei 05
baca buku gede prama "percaya cinta percaya keajaiban". sejak lembar pertama tak sengaja air mata mengalir terus menerus. apa yang terjadi? kembali kutelusuri diri. oooo..... aku tahu jawabnya begitu banyak nikmat yang tidak disyukuri hingga kering dari cinta
*******
23 mei 05
QS 39 Az Zumar : 44
qulillahisyfaa 'atu jamii'an. katakanlah pertolongan itu hanya milik ALLOH semuanya.
QS 39 Az Zumar : 53
laa taqnathuu mirohmatillah, innalloha yaghfirudzunuuba jami'aa. janganlah kamu berputus asa dari rahmat ALLOH. sesungguhnya ALLOH mengampuni dosa-dosa.
*******
26 mei 05
awalnya aku gak mo cerita, tapi hampa menyergap hingga memasungku sebegitu dalam. aku tidak tahu apa yang telah, sedang, akan terjadi. serba tidak pasti. membuatku menerka-nerka maksud TUHAN "akankah jalani kehidupan baru dialam baru?"
kemudian, merasa tidak sanggup jalani sendiri meski benar-benar disendirikan.
o,ya pernah punya kamu, meski kamu tak merasa milikiku lagi. tak apalah .......
