Menyatu, Menjadi Diri yang Satu
Published by Lia RosS on 16 August, 2006 at 2:56 PM.
Disentuhnya satu persatu bagian tubuh perempuannya, mengucak rambut, mengelus kulit muka, pipi, hidung, menempelkan jemari ke bibir. Meraba punggung, perut, paha, betis dan mengukur lekukan pinggang. Mengenalkan rasa disentuh oleh selain tangan, diciumnya tangan perempuan itu.
Sebaliknya, diajaknya perempuan itu mengenali tubuh laki-lakinya, diarahkan tangan perempuan untuk memegangnya kepala laki-laki tersebut dengan dua tangannya, menyentuh hidung, bibir, dada bidang, punggung kekarnya sampai ujung kaki.
Dipeluknya perempuan itu, dilingkarkan tangan perempuan itu untuk balik memeluk, merasakan degupan jantung yang semakin mengencang namun serasa melayang, tangan yang berkeringat, meriding seluruh tubuh, vagina memanas, tubuh berguncang dan menegang, letupan-letupan kecil seluruh sel sampai berhamburannya ion-ion tubuh yang terbang bebas merdeka. Mengenali getaran-getaran tubuh yang merespon semua aktifitas, merasakan nikmat yang menukik tajam dan menyeluruh dari sumsum terdalam menembus tulang sampai kulit terluar dan berdirinya seluruh bulu-bulu yang tumbuh dipermukaan tubuh.
Selain sensasi fisik ada pengalaman ruhani disana, memahami kalau seksualitas bukan hanya sekedar aktifitas biologis, tapi ritual suci. Bukankah, kita berasal dari diri yang satu kemudian dimasukkan kedalam dua raga yang terpisah, hingga untuk kembali menuju Yang Satu, salah satu jalannya adalah melalui penyatuan kembali dengan penuh kesadaran hati.
14 Agustus 06
just education….. meski ada salah satu bagian dari tubuh yang tidak mengerti kalo hanya pembelajaran ...ha..ha..
Sebaliknya, diajaknya perempuan itu mengenali tubuh laki-lakinya, diarahkan tangan perempuan untuk memegangnya kepala laki-laki tersebut dengan dua tangannya, menyentuh hidung, bibir, dada bidang, punggung kekarnya sampai ujung kaki.
Dipeluknya perempuan itu, dilingkarkan tangan perempuan itu untuk balik memeluk, merasakan degupan jantung yang semakin mengencang namun serasa melayang, tangan yang berkeringat, meriding seluruh tubuh, vagina memanas, tubuh berguncang dan menegang, letupan-letupan kecil seluruh sel sampai berhamburannya ion-ion tubuh yang terbang bebas merdeka. Mengenali getaran-getaran tubuh yang merespon semua aktifitas, merasakan nikmat yang menukik tajam dan menyeluruh dari sumsum terdalam menembus tulang sampai kulit terluar dan berdirinya seluruh bulu-bulu yang tumbuh dipermukaan tubuh.
Selain sensasi fisik ada pengalaman ruhani disana, memahami kalau seksualitas bukan hanya sekedar aktifitas biologis, tapi ritual suci. Bukankah, kita berasal dari diri yang satu kemudian dimasukkan kedalam dua raga yang terpisah, hingga untuk kembali menuju Yang Satu, salah satu jalannya adalah melalui penyatuan kembali dengan penuh kesadaran hati.
14 Agustus 06
just education….. meski ada salah satu bagian dari tubuh yang tidak mengerti kalo hanya pembelajaran ...ha..ha..
