PARADOX CINTA
Published by Lia RosS on 26 November, 2006 at 7:10 PM.
Siapakah orang yang menjadi cinta sejati kita sebenarnya, hampir setiap orang berusaha mencarinya, mendefinisikannya, dan memaknainya, plus tentunya berusaha keras mengejar untuk dimiliki.
Hmmm... diakah ???
Kita pasti punya gambaran ideal seseorang yang kita cintai, semacho Brad Pitt, sesholeh Arifin Ilham, sekaya raja minyak, dan sepintar Bill Gates, bagi kaum pere. Sementara khayalan bagi para lelaki, secantik Dessy Ratnasari, sepintar Nancy Pelosi, sesholeh Teh Ninih Muthmainnah, dan sebaik-baiknya keturunan seperti Meutia Hatta. Lalu ketika seseorang dengan gambaran ideal hadir dikehidupan kita, kita merasa dia adalah cinta sejati kita. O, ya ? bukankah itu sesuatu yang lumrah, lha wong setiap orang pasti akan menggilai lelaki atau perempuan yang seperti itu ?
Gak perlu terlalu ideal deh, misal ketika kita kecil atau ABG, kita tertarik akan musik dan sempat mendalaminya, sekian waktu musik ditinggalkan, kemudian kita menemukan orang yang bisa bermusik, sejenak kita akan terhanyut dalam nostalgia dan merinduinya.
Seseorang yang tiba-tiba hadir di mimpi atau ketika kita berada dalam kondisi sadar dan tidak. Kemudian kita menemukan kesamaannya dalam keadaan sadar. Benarkah ? dia The One itu ?
Kadangkala, tanpa ba bi bu, eh kita dah memiliki seseorang. Seiring berjalannya waktu bertahun-tahun membuat kita menyayanginya, kesabaran dan pengorbanannya yang besar, jalaran tresno sopo kulino kata orang jawa (kalo gak salah...). mungkin kita fikir inilah cinta sejati, cinta yang disatukan dalam ikatan TUHAN.
Tapi rasa yang satu ini juga tak pandang bulu, seseorang yang sudah menghabisi segala yang dimiliki, mengobrak-abrik kebenaran yang selama ini dipegang, membengkokkan jalan lurus, mencemplungkan ke lumpur pun tidak juga membuat kita membencinya bahkan selalu ingin menjaganya.
Mungkin, seseorang yang kita anggap makhluk mubbah, yang hadir dan tidaknya kagak ngaruh. Seseorang yang tidak memiliki kelebihan apa-apa alias STD (standart), orang yang kita abaikan, yang datang dan pergi sekehendak angin membawanya.
Trus, kata orang neeh, seseorang yang pernah mengisi rasa tapi gak bisa dimiliki bisa dirindui selamanya, entah karena emang beneran cinta sejati ato sekedar penasaran.
Atau, ketika sepi menghimpit dan kehampaan membelenggu, hadir seseorang yang membawa penawarnya, mengeluarkan dari kegelisahan dan ketidakpastian, mengajak kita berada pada garis kenyamanan.
Seringkali kita tidak bisa membedakan, mana suka, mana sayang, mana cinta sementara itu suka, sayang, cinta kaya akan berbagai varian.
Lalu, yang manakah cinta sejati itu ?
Apapun itu, bisa semuanya benar, bisa semuanya belum benar, bisa juga semuanya salah. Bisa jadi cinta sejati tak perlu definisi.
Yang pasti, ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, kita akan menerima segalanya tentang dia, termasuk dia memiliki dan dimiliki orang lain, dia mencintai dan dicintai orang lain. Ikhlas menerima segala hal yang membuatnya tentram dan bahagia termasuk saat dia memilih pergi menjauh dari kita.
That’s it, Paradox ???
Nov '06
"setelah berpetualang 3 hari didalammu"
Hmmm... diakah ???
Kita pasti punya gambaran ideal seseorang yang kita cintai, semacho Brad Pitt, sesholeh Arifin Ilham, sekaya raja minyak, dan sepintar Bill Gates, bagi kaum pere. Sementara khayalan bagi para lelaki, secantik Dessy Ratnasari, sepintar Nancy Pelosi, sesholeh Teh Ninih Muthmainnah, dan sebaik-baiknya keturunan seperti Meutia Hatta. Lalu ketika seseorang dengan gambaran ideal hadir dikehidupan kita, kita merasa dia adalah cinta sejati kita. O, ya ? bukankah itu sesuatu yang lumrah, lha wong setiap orang pasti akan menggilai lelaki atau perempuan yang seperti itu ?
Gak perlu terlalu ideal deh, misal ketika kita kecil atau ABG, kita tertarik akan musik dan sempat mendalaminya, sekian waktu musik ditinggalkan, kemudian kita menemukan orang yang bisa bermusik, sejenak kita akan terhanyut dalam nostalgia dan merinduinya.
Seseorang yang tiba-tiba hadir di mimpi atau ketika kita berada dalam kondisi sadar dan tidak. Kemudian kita menemukan kesamaannya dalam keadaan sadar. Benarkah ? dia The One itu ?
Kadangkala, tanpa ba bi bu, eh kita dah memiliki seseorang. Seiring berjalannya waktu bertahun-tahun membuat kita menyayanginya, kesabaran dan pengorbanannya yang besar, jalaran tresno sopo kulino kata orang jawa (kalo gak salah...). mungkin kita fikir inilah cinta sejati, cinta yang disatukan dalam ikatan TUHAN.
Tapi rasa yang satu ini juga tak pandang bulu, seseorang yang sudah menghabisi segala yang dimiliki, mengobrak-abrik kebenaran yang selama ini dipegang, membengkokkan jalan lurus, mencemplungkan ke lumpur pun tidak juga membuat kita membencinya bahkan selalu ingin menjaganya.
Mungkin, seseorang yang kita anggap makhluk mubbah, yang hadir dan tidaknya kagak ngaruh. Seseorang yang tidak memiliki kelebihan apa-apa alias STD (standart), orang yang kita abaikan, yang datang dan pergi sekehendak angin membawanya.
Trus, kata orang neeh, seseorang yang pernah mengisi rasa tapi gak bisa dimiliki bisa dirindui selamanya, entah karena emang beneran cinta sejati ato sekedar penasaran.
Atau, ketika sepi menghimpit dan kehampaan membelenggu, hadir seseorang yang membawa penawarnya, mengeluarkan dari kegelisahan dan ketidakpastian, mengajak kita berada pada garis kenyamanan.
Seringkali kita tidak bisa membedakan, mana suka, mana sayang, mana cinta sementara itu suka, sayang, cinta kaya akan berbagai varian.
Lalu, yang manakah cinta sejati itu ?
Apapun itu, bisa semuanya benar, bisa semuanya belum benar, bisa juga semuanya salah. Bisa jadi cinta sejati tak perlu definisi.
Yang pasti, ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, kita akan menerima segalanya tentang dia, termasuk dia memiliki dan dimiliki orang lain, dia mencintai dan dicintai orang lain. Ikhlas menerima segala hal yang membuatnya tentram dan bahagia termasuk saat dia memilih pergi menjauh dari kita.
That’s it, Paradox ???
Nov '06
"setelah berpetualang 3 hari didalammu"
Ayah biologis
Published by Lia RosS on at 7:09 PM.
Menikah adalah untuk menemukan pasangan hati, begitu kata seorang penulis kontempelatif perEMPUan, beribadah menurut kalangan aktifis ISLAM, menghindari zina menurut para ekstrimis, mendapatkan keseimbangan jiwa kata psikolog, untuk mendapatkan kebahagiaan kata kaum hedonis. Bagi aku sih to the point aja, buat bikin anak. Repot rasanya jika menemukan pasangan yang bisa memenuhi diri adalah makhluk, susah bagi perEMPUan dhoif seperti aku membagi hati antara makhluk dengan TUHAN. Seringkali TUHAN terkalahkan dan menggantungkan hidup pada lelaki.
Simpel saja, untuk aku perEMPUan sederhana, memiliki lelaki cukup 8-10 tahun saja, yaah… bisa kali dapet 3-5 anak lelaki disempurnakan satu anak perEMPUan, palagi kalo bisa kembar, sekaligus empat misalnya, bisa lebih pendek lagi waktunya. Pada anaklah bisa menumpahkan semua rasa yang sempat diberikan pada lelaki.
Percaya. Aku bisa mengurusnya, ada fasilitas asuransi diperusahaanku bekerja, ada tempat penitipan bayi dan sekolah alam dideket kantorku. Aku bisa tetap bekerja ditambah bisnis kecil-kecilan hingga besar-besaran. Cukuplah, untuk makan sederhana yang asiknya adalah ramai dikelilingi malaikat-malaikat kecil.
Setelah cukup bekal, aku memilih menjadi penulis dan bertani. Pangalengan, Ciwidey atau yang terjauh Garut menjadi alternatif, yang terpenting tidak terlalu jauh dari kota, hingga anak-anakku masih bisa mendapatkan pasokan ilmu aktual.
O,ya pendidikan memang salah satu kunci penting bisa menjalani hidup agar sukses. Orang sering berfikir untuk mendapatkan semua itu, anak harus cerdas sehingga perlu sekolah yang berkualitas, memiliki permainan-permainan yang dapat merangsang kecerdasan yang semuanya membutuhkan biaya tinggi. Membuat orang tuanya sibuk mengumpulkan uang. Niat awal yang bagus tentunya, tapi kemudian anak dibiarkan tumbuh kembang sendiri sesekali didampingi baby sitter. Setelah agak besar, anak menghabiskan waktu siangnya dengan bersekolah full day. Iya seeh, di dampingi guru, tapi berapa persen sih ? dia akan lebih banyak bermain dengan teman sebayanya. Bagus juga untuk mengasah sisi sosialnya, namun bisakah dia mengalami lompatan-lompatan intelektual, emosional dan spiritual ?
Jika diibaratkan manusia secara personal, tumbuh dari bayi, anak kecil, remaja, hingga mencapai kematangan. Begitupun manusia secara keceluruhan, tumbuh !. Misalkan saja, ibu yang melahirkan ditahun 70-80 an, memiliki kualitas dengan nilai 5, maka ketika dia punya anak akan berusaha sekuat tenaga agar anaknya memiliki nilai minimal 7, begitupun seterusnya. Sebagai contoh, dijaman aku masih SMU, IQ rata-rata di 80-90 bandingkan dengan anak-anak SMU sekarang IQ 140 tersebar banyak sekali.
Begitupun dengan perkembangan spiritual. Dulu, hanya orang-orang tertentu yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi, biasanya orang-orang yang berada dilingkungan pesantren, itu pun terutama keturunan langsung kyai atau pimpinan pesantren. Hari ini, sering kita jumpai orang-orang biasa yang bersembunyi dibalik kesederhanaan beragama namun memiliki kelembutan dan kesejukan hati, hanya dengan melihatnya saja kita bisa merasakan kehadiran TUHAN. Kekasih-kekasih TUHAN biasa aku menyebutnya, tersebar di berbagai lini kehidupan, ibu rumah tangga yang aktif senam sana senam sini, budayawan, ahli silat, ibu-ibu arisan dan rajin nyalon, eksekutif, orang eksakta, sosialist, dan masih sangat banyak lagi, jika di eksplore sedikit saja akan keluar pemahaman-pemahaman keTUHANan yang dalam.
Jika ingin anak mengalami lompatan nilai, ibu sebagai madrasah pertama mesti serius memfasilitasi perkembangan anak.
Teknisnya sederhana sekali, anak cukup disekolahkan disekolah negeri, biaya ringan dan anak masih bisa bersosial tanpa menghabiskan waktu yang banyak. Sesekali ijinkan anak bolos sekolah, bahkan aku akan mengajak dia bolos, mengajaknya pergi kesekolah lain untuk melihat bagaimana anak lain bersekolah dan membayangkan dia berada ditengah-tengahnya, out of mine bahasa kerennya, dia belajar keluar dari diri untuk melihat diri sendiri.
Sesekali, belanjalah di mall-mall besar agar anak percaya diri dalam berbagai situasi. Ajak juga naik kereta api ekonomi, berdesak-desakkan bersama kambing ayam sayuran dan bau keringat yang menusuk, berselonjor dibawah karena tidak kebagian tempat duduk.
Kalau ROSUL terkasih berulang tahun, aku minta untuk bongkar celengan dan bersamanya buat nasi kuning kemudian membagikannya pada anak jalanan, rumah yatim piatu atau teman-teman sekampungnya.
Indahnya, menemani anak-anak lelakiku bermain layangan dan bersepakbola, mengajaknya mencintai lelangit yang menampung Maha Karya-NYA atau mengajarkan memotong sayuran untuk dimasak pada anak perEMPUanku, memintanya mendengar jeritan halus daun yang terbuang, “aku bermakna hadir di dunia ini, jika bermanfaat untukmu wahai manusia”.
Setiap sore aku cuci kaki-kaki mungil itu setelah seharian bermain sebagai perwujudan mencuci kaki suami untuk meminta keridhaannya agak kudapatkan keridhaan Sang Maha.
Kalau anak-anak bertanya, “ Bunda, ayah dimana ? “
“ Ayahmu adalah kekasih TUHAN, dia ada bersama-NYA, dipanggil saat berhaji “ jawabku agar mereka tidak penasaran mencari kuburan ayahnya saat ayahnya memilih menjadi ayah biologis saja.
“ Ibu, mengapa bapak jarang bersama kita ? “ tanya anakku
“ Bapakmu adalah khalifah-NYA, beliau sibuk memanaje bumi “ jawabku saat bapaknya sesekali menjenguknya, seminggu atau sebulan sekali, atau setahun sekali .........
Tak perlu anakku tahu nama lengkap ayahnya. Cukup kenal Ari saja jika nama bapaknya Ari Wibowo, atau sekedar tahu Adjie saja jika nama ayahnya Adjie Massaid, he..he..
Anak-anak lelaki akan menikah muda, selepas SMU sepertinya pas, bisa nikah gantung, sirri atau apapun itu namanya, yang pasti mereka terbebas dari dosa. Sementara anak perEMPUan, aku minta dia bersabar sampai dia matang menemukan dirinya. Semoga sih tidak sampai setua ibunya, kan dah melakukan lompatan.
Semoga anak-anak lelakiku menjadi Ibrahim, Musa, Isya, Rumi, Syafi’i, anak perEMPuanku menjadi Muhammad dan aku menjadi Khidir bagi mereka.
Setelah mereka besar, tuntas mengajari aku bersosial, aku bisa bersendiri melakukan safari eksternal sampai bertemu Kekasih Sejati yang menjemputku saat lapar (shaum) dan tersungkur dalam sujud.
Hey…hey….bangun
Oooaaaammmmm……aku bermimpi ya ?
Ross
29 Jully 2006
Simpel saja, untuk aku perEMPUan sederhana, memiliki lelaki cukup 8-10 tahun saja, yaah… bisa kali dapet 3-5 anak lelaki disempurnakan satu anak perEMPUan, palagi kalo bisa kembar, sekaligus empat misalnya, bisa lebih pendek lagi waktunya. Pada anaklah bisa menumpahkan semua rasa yang sempat diberikan pada lelaki.
Percaya. Aku bisa mengurusnya, ada fasilitas asuransi diperusahaanku bekerja, ada tempat penitipan bayi dan sekolah alam dideket kantorku. Aku bisa tetap bekerja ditambah bisnis kecil-kecilan hingga besar-besaran. Cukuplah, untuk makan sederhana yang asiknya adalah ramai dikelilingi malaikat-malaikat kecil.
Setelah cukup bekal, aku memilih menjadi penulis dan bertani. Pangalengan, Ciwidey atau yang terjauh Garut menjadi alternatif, yang terpenting tidak terlalu jauh dari kota, hingga anak-anakku masih bisa mendapatkan pasokan ilmu aktual.
O,ya pendidikan memang salah satu kunci penting bisa menjalani hidup agar sukses. Orang sering berfikir untuk mendapatkan semua itu, anak harus cerdas sehingga perlu sekolah yang berkualitas, memiliki permainan-permainan yang dapat merangsang kecerdasan yang semuanya membutuhkan biaya tinggi. Membuat orang tuanya sibuk mengumpulkan uang. Niat awal yang bagus tentunya, tapi kemudian anak dibiarkan tumbuh kembang sendiri sesekali didampingi baby sitter. Setelah agak besar, anak menghabiskan waktu siangnya dengan bersekolah full day. Iya seeh, di dampingi guru, tapi berapa persen sih ? dia akan lebih banyak bermain dengan teman sebayanya. Bagus juga untuk mengasah sisi sosialnya, namun bisakah dia mengalami lompatan-lompatan intelektual, emosional dan spiritual ?
Jika diibaratkan manusia secara personal, tumbuh dari bayi, anak kecil, remaja, hingga mencapai kematangan. Begitupun manusia secara keceluruhan, tumbuh !. Misalkan saja, ibu yang melahirkan ditahun 70-80 an, memiliki kualitas dengan nilai 5, maka ketika dia punya anak akan berusaha sekuat tenaga agar anaknya memiliki nilai minimal 7, begitupun seterusnya. Sebagai contoh, dijaman aku masih SMU, IQ rata-rata di 80-90 bandingkan dengan anak-anak SMU sekarang IQ 140 tersebar banyak sekali.
Begitupun dengan perkembangan spiritual. Dulu, hanya orang-orang tertentu yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi, biasanya orang-orang yang berada dilingkungan pesantren, itu pun terutama keturunan langsung kyai atau pimpinan pesantren. Hari ini, sering kita jumpai orang-orang biasa yang bersembunyi dibalik kesederhanaan beragama namun memiliki kelembutan dan kesejukan hati, hanya dengan melihatnya saja kita bisa merasakan kehadiran TUHAN. Kekasih-kekasih TUHAN biasa aku menyebutnya, tersebar di berbagai lini kehidupan, ibu rumah tangga yang aktif senam sana senam sini, budayawan, ahli silat, ibu-ibu arisan dan rajin nyalon, eksekutif, orang eksakta, sosialist, dan masih sangat banyak lagi, jika di eksplore sedikit saja akan keluar pemahaman-pemahaman keTUHANan yang dalam.
Jika ingin anak mengalami lompatan nilai, ibu sebagai madrasah pertama mesti serius memfasilitasi perkembangan anak.
Teknisnya sederhana sekali, anak cukup disekolahkan disekolah negeri, biaya ringan dan anak masih bisa bersosial tanpa menghabiskan waktu yang banyak. Sesekali ijinkan anak bolos sekolah, bahkan aku akan mengajak dia bolos, mengajaknya pergi kesekolah lain untuk melihat bagaimana anak lain bersekolah dan membayangkan dia berada ditengah-tengahnya, out of mine bahasa kerennya, dia belajar keluar dari diri untuk melihat diri sendiri.
Sesekali, belanjalah di mall-mall besar agar anak percaya diri dalam berbagai situasi. Ajak juga naik kereta api ekonomi, berdesak-desakkan bersama kambing ayam sayuran dan bau keringat yang menusuk, berselonjor dibawah karena tidak kebagian tempat duduk.
Kalau ROSUL terkasih berulang tahun, aku minta untuk bongkar celengan dan bersamanya buat nasi kuning kemudian membagikannya pada anak jalanan, rumah yatim piatu atau teman-teman sekampungnya.
Indahnya, menemani anak-anak lelakiku bermain layangan dan bersepakbola, mengajaknya mencintai lelangit yang menampung Maha Karya-NYA atau mengajarkan memotong sayuran untuk dimasak pada anak perEMPUanku, memintanya mendengar jeritan halus daun yang terbuang, “aku bermakna hadir di dunia ini, jika bermanfaat untukmu wahai manusia”.
Setiap sore aku cuci kaki-kaki mungil itu setelah seharian bermain sebagai perwujudan mencuci kaki suami untuk meminta keridhaannya agak kudapatkan keridhaan Sang Maha.
Kalau anak-anak bertanya, “ Bunda, ayah dimana ? “
“ Ayahmu adalah kekasih TUHAN, dia ada bersama-NYA, dipanggil saat berhaji “ jawabku agar mereka tidak penasaran mencari kuburan ayahnya saat ayahnya memilih menjadi ayah biologis saja.
“ Ibu, mengapa bapak jarang bersama kita ? “ tanya anakku
“ Bapakmu adalah khalifah-NYA, beliau sibuk memanaje bumi “ jawabku saat bapaknya sesekali menjenguknya, seminggu atau sebulan sekali, atau setahun sekali .........
Tak perlu anakku tahu nama lengkap ayahnya. Cukup kenal Ari saja jika nama bapaknya Ari Wibowo, atau sekedar tahu Adjie saja jika nama ayahnya Adjie Massaid, he..he..
Anak-anak lelaki akan menikah muda, selepas SMU sepertinya pas, bisa nikah gantung, sirri atau apapun itu namanya, yang pasti mereka terbebas dari dosa. Sementara anak perEMPUan, aku minta dia bersabar sampai dia matang menemukan dirinya. Semoga sih tidak sampai setua ibunya, kan dah melakukan lompatan.
Semoga anak-anak lelakiku menjadi Ibrahim, Musa, Isya, Rumi, Syafi’i, anak perEMPuanku menjadi Muhammad dan aku menjadi Khidir bagi mereka.
Setelah mereka besar, tuntas mengajari aku bersosial, aku bisa bersendiri melakukan safari eksternal sampai bertemu Kekasih Sejati yang menjemputku saat lapar (shaum) dan tersungkur dalam sujud.
Hey…hey….bangun
Oooaaaammmmm……aku bermimpi ya ?
Ross
29 Jully 2006
Soul Seks
Published by Lia RosS on at 7:05 PM.
Bagi lelaki cinta = seks. Sehingga, hal itu merupakan hal yang penting dan mendesak. Sebagai pere gak usahlah, sok suci, menyepelekan dan menganggap tabu hal tersebut. Dari situlah, pere akan mendapatkan segala hal yang diinginkan tanpa negosiasi dengan kata-kata. Lelaki setia dan memenuhi semua kebutuhan bukankah sudah lebih dari cukup bagi pere.
Banyak hal yang bisa dilakukan pere untuk bisa menservice dengan sempurna.
Aerobik, fitnes, yoga, pilates, body language, senam ergonomis atau sekedar lari pagi 30 menit asal konsisten bisa jadi pilihan untuk menjaga vitalitas. Pula, jangan abaikan senam kagel.
Berbagai variasi gaya bisa didapat dengan nonton film, bisa nonton bersama atau sendirian untuk kemudian mengarahkan lelakinya. Variasi gaya membuat tidak jemu, bukankah sudah teori yang diketahui bersama bahwa setiap orang selalu suka hal-hal baru. .
Hari gini banyak sekali yang bisa dilakukan pere yang tidak terikat usia atau sudah pernah melahirkan. Ada terapi Barat seperti impression atau terapi Timur seperti akupuntur dan totok yang menyediakan pelayanan membuang selulit, mengencangkan kulit, memutihkan dan memuluskan kulit sudah bukan rahasia lagi, bisa memvacum payudara agar kencang kembali bahkan mengembalikan keseretan vagina.
Gak boleh berhenti disitu saja donk. Mempercantik kepribadian juga teramat penting, meski segimanapun kemajuan pere, laki-laki tetap saja secara software diciptakan perkasa sehingga membutuhkan kelembutan. Menyediakan handuk, mengelap badannya, sesekali suapi makan, membukakan sepatu, merapihkan bajunya adalah hal-hal kecil yang bisa dilakukan.
Ketrampilan pun mesti ditambah, terutama teknik masage. Melenturkan otot dengan di masage sepenuh hati oleh kekasih hati tentu lebih nyaman dibandingkan oleh profesional.
Selipkan photo tercantik kita di dompetnya, kalau perlu kirimi photo super seksi seperti cover majalah playboy via mms.
Selalu meng up date informasi terutama yang berkaitan dengan pekerjaan dan hobby lelaki juga penting agar kita tidak gaptek. Namun janganlah terlalu menunjukkan kecerdasan dan kepintaran yang dimiliki hingga terkesan serba tahu ntar ujungnya malah sok tahu, sesekali ketika kita tidak mengerti sesuatu mintalah diajari, lelaki yang memang diciptakan dominasi akan merasa eksistensinya diakui.
Tersenyum saat lelakinya dalam puncak kekesalan, menenangkan kekeruhannya dengan ngeseks, karena bagi lelaki hal tersebut bisa melemaskan otot dan memfresh fikiran. Sesekali saat lelaki asik membaca, buka saja resleting celananya dan berkarokelah dengan teknik makan es krim, dijamin deh lelaki kutu buku yang meskipun kiamat tetap akan baca buku, dia akan segera melempar bukunya...he..he.. karena G-spot lelaki hanya bisa diperoleh oleh cara begitu, kecuali pere yang sudah sangat ahli dalam jepit lepas.
Kepribadian lembut, vitalitas tinggi, tubuh aduhai, menjadi pintu untuk menemukan soul seks. Pere akan menjadi subjek seks yang juga turut menikmati aktifitas seks, ada pere yang bisa orgasme minimal 5 kali dalam satu sesi. Sesudahnya, lelaki tidak lagi terikat akan warna, bentuk dan ukuran. Ngeseks tidak hanya sekedar aktifitas fisik dan psikis, yang terpenting adalah aktifitas berkeTUHANan. Temukanlah samudra seks yang teramat luas dan dalam, kita bisa mengembara dan mendapatkan kenikmatan yang sama dengan kenikmatan beribadah lainnya, sholat dan shaum misalnya.
Soul seks adalah hadiah dari TUHAN pada manusia yang telah berani mengemban tugas berat salah satunya yaitu penciptaan yang seharusnya menjadi hak Sang Khalik. Dilakukan hanya dengan yang halal, berniat untuk mendapatkan keturunan tidak hanya kesenangan, melakukannya dengan tata cara seperti yang dicontohkan Rosululloh.
Untuk itulah ada tuntunan mitsqon gholidho.
RosS
Sept 06
Dikumpulkan dari celotehan nyonya-nyonya di salon, klinik akupuntur, klinik totok dan gosip penuh cekikikan ibu-ibu muda dikantor saat pagi hari
Banyak hal yang bisa dilakukan pere untuk bisa menservice dengan sempurna.
Aerobik, fitnes, yoga, pilates, body language, senam ergonomis atau sekedar lari pagi 30 menit asal konsisten bisa jadi pilihan untuk menjaga vitalitas. Pula, jangan abaikan senam kagel.
Berbagai variasi gaya bisa didapat dengan nonton film, bisa nonton bersama atau sendirian untuk kemudian mengarahkan lelakinya. Variasi gaya membuat tidak jemu, bukankah sudah teori yang diketahui bersama bahwa setiap orang selalu suka hal-hal baru. .
Hari gini banyak sekali yang bisa dilakukan pere yang tidak terikat usia atau sudah pernah melahirkan. Ada terapi Barat seperti impression atau terapi Timur seperti akupuntur dan totok yang menyediakan pelayanan membuang selulit, mengencangkan kulit, memutihkan dan memuluskan kulit sudah bukan rahasia lagi, bisa memvacum payudara agar kencang kembali bahkan mengembalikan keseretan vagina.
Gak boleh berhenti disitu saja donk. Mempercantik kepribadian juga teramat penting, meski segimanapun kemajuan pere, laki-laki tetap saja secara software diciptakan perkasa sehingga membutuhkan kelembutan. Menyediakan handuk, mengelap badannya, sesekali suapi makan, membukakan sepatu, merapihkan bajunya adalah hal-hal kecil yang bisa dilakukan.
Ketrampilan pun mesti ditambah, terutama teknik masage. Melenturkan otot dengan di masage sepenuh hati oleh kekasih hati tentu lebih nyaman dibandingkan oleh profesional.
Selipkan photo tercantik kita di dompetnya, kalau perlu kirimi photo super seksi seperti cover majalah playboy via mms.
Selalu meng up date informasi terutama yang berkaitan dengan pekerjaan dan hobby lelaki juga penting agar kita tidak gaptek. Namun janganlah terlalu menunjukkan kecerdasan dan kepintaran yang dimiliki hingga terkesan serba tahu ntar ujungnya malah sok tahu, sesekali ketika kita tidak mengerti sesuatu mintalah diajari, lelaki yang memang diciptakan dominasi akan merasa eksistensinya diakui.
Tersenyum saat lelakinya dalam puncak kekesalan, menenangkan kekeruhannya dengan ngeseks, karena bagi lelaki hal tersebut bisa melemaskan otot dan memfresh fikiran. Sesekali saat lelaki asik membaca, buka saja resleting celananya dan berkarokelah dengan teknik makan es krim, dijamin deh lelaki kutu buku yang meskipun kiamat tetap akan baca buku, dia akan segera melempar bukunya...he..he.. karena G-spot lelaki hanya bisa diperoleh oleh cara begitu, kecuali pere yang sudah sangat ahli dalam jepit lepas.
Kepribadian lembut, vitalitas tinggi, tubuh aduhai, menjadi pintu untuk menemukan soul seks. Pere akan menjadi subjek seks yang juga turut menikmati aktifitas seks, ada pere yang bisa orgasme minimal 5 kali dalam satu sesi. Sesudahnya, lelaki tidak lagi terikat akan warna, bentuk dan ukuran. Ngeseks tidak hanya sekedar aktifitas fisik dan psikis, yang terpenting adalah aktifitas berkeTUHANan. Temukanlah samudra seks yang teramat luas dan dalam, kita bisa mengembara dan mendapatkan kenikmatan yang sama dengan kenikmatan beribadah lainnya, sholat dan shaum misalnya.
Soul seks adalah hadiah dari TUHAN pada manusia yang telah berani mengemban tugas berat salah satunya yaitu penciptaan yang seharusnya menjadi hak Sang Khalik. Dilakukan hanya dengan yang halal, berniat untuk mendapatkan keturunan tidak hanya kesenangan, melakukannya dengan tata cara seperti yang dicontohkan Rosululloh.
Untuk itulah ada tuntunan mitsqon gholidho.
RosS
Sept 06
Dikumpulkan dari celotehan nyonya-nyonya di salon, klinik akupuntur, klinik totok dan gosip penuh cekikikan ibu-ibu muda dikantor saat pagi hari
